Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dispar Lombok Barat Kurasi Desa Wisata, Hanya 13 Ikut ADWI 2025

Hamdani Wathoni • Kamis, 2 Oktober 2025 | 10:05 WIB
DESA WISATA: Agro wisata golden melon menjadi salah satu daya tarik desa wisata Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat.
DESA WISATA: Agro wisata golden melon menjadi salah satu daya tarik desa wisata Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat.

LombokPost – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lombok Barat mulai melakukan langkah kurasi terhadap keberadaan desa wisata. Kurasi dilakukan melalui ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Lombok Barat 2025 yang digelar untuk memetakan desa wisata aktif dan berpotensi berkembang.

Kepala Bidang SDM Dispar Lobar Irman Sumantri menegaskan, lomba ini bukan sekadar kompetisi. Tetapi juga bentuk seleksi terhadap status desa wisata yang sebelumnya telah ditetapkan pemerintah daerah.

"Lewat Lomba Desa Wisata Lombok Barat ini, kita lakukan kurasi terhadap keberadaan desa wisata. Dari situ akan terlihat desa mana yang memang masih aktif dan benar-benar ingin berkembang," tegas Irman, Rabu (1/10).

Sesuai Surat Keputusan (SK) Bupati Lombok Barat tahun 2022, tercatat ada 60 desa wisata yang ditetapkan di kabupaten ini. Namun, dari jumlah tersebut, tidak sedikit yang hanya berstatus 'desa wisata' tanpa aktivitas nyata.

Bahkan sebagian sudah mati suri karena minim pengelolaan dan daya tarik. Melihat kondisi itu, Dispar Lobar melakukan seleksi ketat. Dari 60 desa wisata, hanya 30 desa yang dianggap masih aktif dan layak diundang untuk mengikuti lomba.

"Kami sudah surati 30 desa wisata agar ikut lomba desa wisata. Mereka juga kita dampingi dalam proses pengisian form yang disiapkan melalui Google Form," jelasnya.

Namun, dari 30 desa yang diundang, hanya 13 desa yang benar-benar mendaftar dan mengisi form sesuai batas waktu 30 September 2025. "Dari 30 desa yang kita undang, hanya 13 desa yang mengisi. Sisanya tidak masuk. Artinya hanya 13 desa ini yang serius," ungkap Irman.

Dari hasil kurasi tersebut, panitia membagi peserta lomba ke dalam dua kategori, yaitu Kelembagaan dan Daya Tarik Desa Wisata. Untuk kategori kelembagaan, semua 13 desa masuk nominasi. Sedangkan untuk kategori daya tarik, hanya 10 desa yang memenuhi persyaratan.

"Dengan adanya dua kategori ini, kita bisa petakan mana desa yang kuat secara kelembagaan dan mana yang punya daya tarik unggulan," kata Irman.

Adapun desa wisata yang berhasil mendaftar di antaranya Desa Gelangsar, Desa Bukit Tinggi, Desa Sedau, Desa Mekar Sari Kecamatan Narmada, Desa Banyumulek, serta Desa Kebon Ayu Kecamatan Gerung.

Menariknya, beberapa desa wisata yang selama ini sudah populer justru tidak ikut. Sebut saja Desa Sesaot, Desa Buwun Sejati, dan Senggigi. Desa-desa ini tidak melengkapi pendaftaran melalui form yang disediakan panitia.

"Yang ikut lomba ini adalah desa-desa yang memang serius ingin maju dan mengembangkan pariwisatanya. Kita juga sudah menggandeng travel agent untuk membantu promosi desa wisata peserta," tambahnya.

Hasil lomba desa wisata 2025 ini nantinya akan menjadi acuan bagi Dispar Lobar dalam memberikan pembinaan dan pendampingan. Desa yang masuk kategori akan dibantu dari segi pemasaran, promosi, hingga peningkatan kualitas SDM.

"Setelah kurasi ini, kita akan lakukan pendampingan. Mulai dari penguatan kelembagaan, pemasaran digital, sampai program pembinaan lainnya. Tujuannya agar desa wisata di Lombok Barat bisa benar-benar mandiri," tandas Irman.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap keberadaan desa wisata tidak lagi sekadar nama di atas SK, melainkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah. 

Editor : Jelo Sangaji
#Lombok Barat #ADWI #NTB #Desa Wisata #Pariwisata