Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jalan Penghubung Labuapi–Narmada Ambles, Dewan Minta Pemkab Lobar Segera Bertindak

Hamdani Wathoni • Selasa, 14 Oktober 2025 | 10:41 WIB
BUTUH PENANGANAN: Jalan penghubung Labuapi - Narmada di Desa Krama Jaya berbatasan dengan Desa Badrain ambles.
BUTUH PENANGANAN: Jalan penghubung Labuapi - Narmada di Desa Krama Jaya berbatasan dengan Desa Badrain ambles.

LombokPost — Jalan kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Labuapi dengan Kecamatan Narmada, Lombok Barat, ambles cukup parah. Kerusakan terjadi di wilayah Dusun Majeti, Desa Krama Jaya, yang berbatasan langsung dengan Desa Badrain. 

Kondisi ini membuat pengguna jalan harus ekstra hati-hati karena separo badan jalan sudah tergerus air.

Pantauan Lombok Post, titik longsor sepanjang belasan meter ini hanya menyisakan satu lajur sempit yang masih bisa dilalui kendaraan. 

"Tidak ada pengaman memadai selain bendera warna-warni dan pelapah pisang yang dipasang warga sebagai tanda bahaya. Ini kami harap diatensi," ujar Anggota DPRD Lombok Barat Hendra Harianto 

Saat malam hari, lokasi tersebut nyaris tanpa penerangan, sehingga rawan terjadi kecelakaan.

Kondisi jalan tersebut sudah ambles sejak dua minggu lalu, setelah diguyur hujan deras pertama musim ini. Menurutnya, laporan mengenai kerusakan sudah disampaikan ke pihak terkait, namun hingga kini belum ada tindakan nyata di lapangan.

"Sejak hujan pertama itu, hampir dua minggu lebih jalan itu sudah ambles. Kami sudah sampaikan ke BPBD agar segera ditangani, tapi belum ada respon,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (13/10) kemarin.

Politisi PKB asal Desa Batu Kute itu menambahkan, lokasi tersebut bukan kali pertama mengalami kerusakan serupa. Beberapa tahun lalu, titik yang sama juga pernah ambles dan diperbaiki seadanya. Ia menduga, penyebab utama adalah kondisi tanah yang labil karena di bawahnya merupakan bekas galian C.

"Kalau tidak salah, dulu di samping jalan itu ada galian C, jadi kontur tanahnya tidak padat dan mudah tergerus air saat hujan," terangnya.

Kondisi tanah yang terus bergerak membuat pondasi jalan kehilangan daya topang. Hendra khawatir, jika tidak segera ditangani, jalur penghubung antarkecamatan ini bisa terputus total.

"Kalau sampai tidak diintervensi, kami khawatir jalan kabupaten penghubung Narmada dan Labuapi bisa lumpuh total. Karena amblesnya bisa melebar kapan saja," tegasnya.

Ia meminta agar BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Lombok Barat segera turun tangan melakukan langkah darurat. Salah satu solusi yang diusulkan yaitu pemasangan bronjong di sisi jalan untuk memperkuat pondasi agar tidak kembali longsor.

"Kami minta dipasang bronjong supaya tanah dan pondasi jalan ada yang menahan. Kalau dibiarkan begini terus, bahaya untuk warga yang melintas," sarannya.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas PUTR Lombok Barat Lalu Ratnawi memastikan pihaknya sudah menindaklanjuti laporan kerusakan tersebut. Ia mengatakan, tim teknis sudah turun melakukan pengecekan dan tengah menyiapkan rencana perbaikan.

"Sudah kami siapkan RAB-nya untuk kami coba selesaikan," ujarnya.

Ratnawi menegaskan, setiap laporan kerusakan jalan apalagi yang bersifat darurat dan mengancam keselamatan warga pasti menjadi perhatian serius pihaknya. Ia memastikan perbaikan akan segera dilakukan setelah seluruh tahapan teknis diselesaikan. 

Editor : Jelo Sangaji
#DPRD Lombok Barat #Lombok Barat #Labuapi #Narmada #jalan rusak