LombokPost - Krisis etika di dunia pendidikan dan persoalan perkawinan usia anak mendapat atensi serius dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.
Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) bekerja sama Inovasi, Pemkab Lobar melaunching program Peduli Etika, Literasi dan Numerasi, Tolak Perkawinan Anak (Pelita).
Acara ini dilangsungkan bersamaan dengan rapat kerja kepala sekolah se-Lombok Barat yang dihadiri Bupati Lalu Ahmad Zaini dan Wakil Bupati Nurul Adha.
"Acara hari ini diinisiasi langsung oleh bupati dan wakil bupati, bupati ingin silaturahmi dengan semua kepala sekolah memyamakan persepsi membangun dunia pendidikan," kata Kadis Dikbud Lobar M Hendrayadi.
Acara ini juga selain sebagai upaya silaturahmi kepala sekolah dengan kepala daerah tetapi juga untuk mengakrabkan antar sesama sekolah.
Mereka bisa berbagi pengalaman terkait persoalan atau masalah yang dihadapi di sekolah kemudian bagaimana menemukan solusinya bersama.
"Kami berharap melalui acara ini, kepala sekolah bisa menerapkan kebiasaan anak indonesia hebat dan program Pelita Lobar juga diimplementasikan di sekolah," harap Hendra, sapaannya.
Program Pelitq diharapkan menjadi wadah pembinaan dan pendampingan berkelanjutan bagi sekolah-sekolah di seluruh kecamatan.
Program ini akan dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan satuan pendidikan, komunitas literasi, serta pemerhati pendidikan.
"Kami berharap dengan adanya program Pelita, semangat membaca, menulis, dan berkarakter kuat bisa tumbuh sejak dini. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Lombok Barat," ujarnya.
Dalam kesempatan juga menjadi pengalaman berbeda bagi para sekolah karena baru pertama dilakukan raker di ruang terbuka area Hutan Suranadi, Kecamatan Narmada Lombok Barat.
Kegiatan ini berkolaborasi dengan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) dan Inovasi (Inovasi untuk anak Indonesia Kemitraan Indonesia dan Australia).
Hendra menjelaskan program ini muncul karena kondisi ril di Lombok Barat, seperti banyaknya pernikahan anak, kasus terkait etika, dan rendahnya hasil literasi.
Tindak Lanjut kedepannya dari program ini diharapkan setiap kecamatan akan membentuk kelompok dan merumuskan strategi untuk mengimplementasikan program ini di masing-masing sekolah.
"Dengan target waktu dalam 2 bulan ke depan sudah ada laporan (report) mengenai implementasi program Pelita," jelasnya.
Bupati Lombok Barat LAZ menyatakan Program Pelita merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam menjawab berbagai tantangan di dunia pendidikan, terutama yang berkaitan dengan peningkatan mutu dan karakter anak-anak di Lombok Barat.
"Program Pelita ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Barat untuk menyiapkan generasi yang unggul, berdaya saing, dan berakhlak mulia," ujarnya.
Ia menegaskan program Pelita fokus pada tiga pilar utama yang sangat krusial bagi masa depan anak-anak di Lombok Barat. Mulai dari pembentukan karakter yang kuat, berintegritas, dan menjunjung tinggi nilai-nilai moral, dan peningkatan kemampuan literasi dan numerasi di kalangan peserta didik.
"Termasuk perlindungan hak anak dalam memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas. Tiga pilar pendidikan harus menjadi tujuan utama dalam pendidikan," tegasnya.
Dalam pendidikan, bupati mengatakan penting bagi pendidik untuk mendidik dengan penuh kasih sayang.
Peningkatan SDM dan pemerataan kialitas pendidikan serta menciptakan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pemerataan kualitas pendidikan di kelas.
"Tugas utama guru adalah menyejajarkan pengetahuan, memastikan semua murid mencapai level atau grade yang sama," saran Bupati. Bupati menambahkan bahwa peluncuran program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan awal dari sebuah gerakan besar dalam dunia pendidikan di Lombok Barat.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, sekolah, guru, orang tua, serta komunitas untuk berkolaborasi aktif dalam menyukseskan program Pelita.
"Mari kita jadikan Program PELITA ini sebagai cahaya yang menerangi jalan menuju masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak kita," harapnya.
Kepala SDN 5 Batu Putih Kecamatan Sekotong H Kudrat Tauhid mengaku bersyukur dengan adanya kegiatan ini.
Tidak hanya bisa silaturahmi dengan bupati dan wakilnya, ia juga bisa mengenal satu sama lain dengan kepala sekolah se-Lombok Barat dari tingkat TK, SD, hingga SMP.
"Sangat senang dengan acara seperti ini. Semoga bisa menjadi acara rutin tahunan untuk menguatkan etika dan akhlak di lingkungan sekolah," harapnya.
Editor : Kimda Farida