LombokPost - Lombok Barat Job Fair 2025 yang dirangkaikan dengan Car Free Nite (CFN) di Taman Kota Gerung resmi dibuka Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini didampingi wakilnya Nurul Adha, Sabtu (25/10).
Selama dua hari digelar sejak Sabtu hingga Minggu (26/10), puluhan perusahaan menerima lamaran dari ribuan pelamar yang datang.
"Sejak baru buka Alhamdulillah sudah banyak lamaran yang kami terima. Ada yang melamar di staf gudang, staf display makanan kering dan basah, kasir hingga bagian dapur," jelas Salim, salah satu perwakilan pihak Lotte Mart Supermarket kepada Lombok Post.
Antusias pelamar menurutnya cukup tinggi. Meski hujan sempat mengguyur saat hari pertama pembukaan Job Fair namun pelamar yang datang terbilang membludak.
Bahkan, sampai Sabtu malam pun masih cukup ramai yang mendaftar. Terlebih acara job fair dirangkai dengan acara rutin car free night di Taman Kota Gerung.
Sementara Afrizal, salah seorang pelamar mengaku datang ke acara job fair karena tertarik melamar di MPM Motor. Ia ingin bekerja di delaer motor. "Mau melamar di bagian administrasi keuangan. Karena saya kebetulan jurusan manajemen ekonomi," akunya.
Selain lowongan di dealer dan supermarket, booth lowongan kerja di hotel hingga sopir taksi juga banyak didatangi warga. Termasuk booth lowongan kerja di bank hingga lowongan bekerja di luar negeri.
Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini atau yang karib disapa LAZ menyampaikan apresiasi kepada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lombok Barat atas inisiatifnya menyelenggarakan kegiatan Lobar Job Fair 2025.
Bupati menilai acara ini sangat penting dalam membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Dia menegaskan bahwa kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperluas kesempatan kerja dan menekan angka pengangguran.
"Job Fair ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan akses lapangan pekerjaan yang lebih luas. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan seperti ini setiap tahun," ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati LAZ menjelaskan, pelaksanaan Job Fair menjadi langkah strategis menghadapi kebijakan nasional terkait penghapusan tenaga honorer di instansi pemerintah. Kondisi tersebut, menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah untuk tetap memberikan solusi bagi masyarakat yang terdampak.
"Di tengah kebijakan nasional yang tidak lagi membuka peluang bagi tenaga non-database, pemerintah daerah tetap berupaya mencari jalan keluar. Job Fair ini adalah salah satu bentuk tanggung jawab moral kami untuk membantu masyarakat," tegasnya.
Ia juga berharap, sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan.
"Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk membangun Lombok Barat yang lebih sejahtera. Job Fair ini adalah salah satu langkah nyata menuju ke arah itu," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Lombok Barat Lalu Martajaya menjelaskan bahwa kegiatan Job Fair 2025 diikuti oleh lebih dari 40 perusahaan lokal, nasional, dan internasional dengan lebih dari 4.700 lowongan kerja yang tersedia di berbagai sektor, mulai dari industri, perdagangan, jasa perbankan, hingga pariwisata.
"Kami ingin memberikan ruang selebar-lebarnya bagi pencari kerja di Lombok Barat. Melalui Job Fair ini, kami berharap banyak tenaga kerja lokal yang terserap dan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat," ujarnya.
Kegiatan Job Fair ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi mampu menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya, mengurangi kesenjangan sosial, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lombok Barat.
Inilah merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam menghadirkan solusi dan peluang bagi masyarakat.
Editor : Jelo Sangaji