LombokPost – Bendungan Meninting yang berlokasi di Kabupaten Lombok Barat kini resmi mencapai kapasitas penuh dengan tampungan air mencapai 9,91 juta meter kubik.
Bendungan yang dibangun sejak 2019 dengan anggaran sekitar Rp 1,4 triliun ini bahkan sudah mengalami limpasan. Menandakan fungsi utamanya sebagai penopang ketahanan pangan, ketahanan air sudah mulai berjalan optimal.
"Sejak September 2025 bendungan ini sudah terisi penuh," jelas PPK Bendungan Meninting Lalu Muhammad Asgar kepada Lombok Post.
Bendungan yang dibangun oleh Kementerian PUPR dengan pelaksana BBWS Nusa Tenggara I Mataram ini menjadi bagian dari program strategis nasional dalam memperkuat tiga pilar ketahanan nasional.
Sebagaimana yang ditekankan oleh Presiden Prabowo Subianto yakni Ketahanan Pangan, Ketahanan Energi, dan Ketahanan Air. "Prioritas utama pemanfaatan Bendungan Meninting adalah untuk pertanian dalam rangka mendukung swasembada pangan," jelas Lalu Muhammad Asgar.
Selain irigasi pertanian, Bendungan Meninting juga disiapkan untuk memasok kebutuhan air baku bagi PDAM di wilayah Lombok Barat dan sekitarnya. Kapasitas air baku yang akan disalurkan mencapai 150 liter per detik.
Saat ini, proyek Water Treatment Plant (WTP) atau instalasi pengolahan air bersih sedang dalam tahap persiapan. Tak hanya itu, bendungan ini juga menyimpan potensi energi terbarukan dengan menyediakan fasilitas untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 9,23 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) berkapasitas 0,8 Megawatt (MW).
Rencana ini masih menunggu kerja sama dengan pihak investor atau perusahaan energi yang akan mengelola PLTS dan PLTM tersebut. Meski fungsi utama Bendungan Meninting adalah sebagai penopang ketahanan pangan, air dan energi pemerintah daerah berharap bendungan ini juga dapat menjadi destinasi wisata baru di Lombok Barat.
Lanskap air yang luas dengan latar pegunungan hijau menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun luar daerah. Wakil Bupati Lombok Barat, Nurul Adha, menyebut kehadiran bendungan ini memberikan peluang besar bagi masyarakat sekitar.
"Desa-desa di sekitar bendungan bisa tumbuh menjadi destinasi wisata baru karena keindahan alamnya. Apalagi banyak potensi lokal seperti air terjun, hasil perkebunan durian, hingga tuak manis yang bisa dikembangkan," ujarnya.
Menurutnya, pengembangan wisata berbasis masyarakat (community based tourism) di kawasan Bendungan Meninting akan mendukung peningkatan ekonomi desa sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Peresmian Bendungan Meninting dijadwalkan akan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo bersama enam bendungan lain di Indonesia.
Saat ini, pemerintah pusat masih menunggu kesiapan administrasi dan jadwal resmi peresmian. Bendungan Meninting menjadi salah satu infrastruktur vital di Pulau Lombok, yang tidak hanya memastikan ketersediaan air untuk pertanian dan kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mendorong kemandirian energi dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Editor : Siti Aeny Maryam