Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ketiban Berkah, Pengusaha Muda Lombok Barat Maria Ulfa Dapat Orderan Buah dari Artis SSJ 2025

Hamdani Wathoni • Senin, 3 November 2025 | 23:50 WIB
GIGIH: Maria Ulfa saat menyiapkan aneka buah durian dan manggis untuk pelanggannya.
GIGIH: Maria Ulfa saat menyiapkan aneka buah durian dan manggis untuk pelanggannya.

LombokPost - Senggigi Sunset Jazz membawa berkah tersendiri bagi masyarakat Lombok Barat. Maria Ulfa, salah satu yang merasakannya.

Sosok muda bernama Maria Ulfa, perempuan asal Dusun Sambik Baru, Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, menjadi inspirasi baru bagi generasi milenial di Pulau Lombok.

Di tengah derasnya arus digitalisasi, Ulfa berhasil membuktikan bahwa bisnis sederhana seperti jualan buah pun bisa berkembang pesat asal dijalani dengan kreatif dan konsisten.

Perempuan yang akrab disapa Ulfa ini memulai usaha jualan buah sejak hampir enam tahun lalu. Berawal dari modal kecil, kini bisnisnya tumbuh menjadi salah satu toko buah online yang cukup dikenal di Lombok.

Melalui akun Instagram @mraulfaa_fruit, Ulfa sukses menarik ribuan pelanggan setia yang setiap hari memesan buah segar darinya.

Baru-baru ini, langkah bisnis Ulfa kembali mendapat sorotan. Ia dipercaya pihak penyelenggara Senggigi Sunset Jazz (SSJ) 2025 untuk menyediakan buah potong bagi para artis yang tampil di hari pertama dan kedua acara musik tahunan bergengsi tersebut.

"Alhamdulillah hari ini dapat orderan buah dari pihak penyelenggara untuk artis Senggigi Sunset Jazz 2025 day 1 dan 2 berupa buah potong varian mix," tutur Ulfa kepada wartawan, Sabtu (1/11).

Kisah sukses Ulfa tidak terjadi dalam semalam. Ia mengawali bisnis buah-buahan dengan modal awal Rp 5 juta saja.

Uang tersebut ia gunakan untuk membeli stok buah lokal dan impor dalam jumlah terbatas. Dari hasil penjualan harian, keuntungannya ia putar kembali untuk memperbesar stok dan memperluas pasar.

"Dalam sehari kalau ramai, omzet jualan bisa antara Rp 2,5 juta sampai Rp 3,5 juta. Kalau sepi, minimal tetap bisa jualan sekitar Rp 1,5 juta," ungkap alumni SMA Negeri 1 Narmada ini.

Bagi Ulfa, kunci sukses berjualan online adalah aktif dan tidak gengsi. Ia rajin memperbarui konten di Instagram, mulai dari foto buah segar, testimoni pelanggan, hingga video pengemasan pesanan.

Ulfa juga menggandeng beberapa selebgram Lombok untuk mempromosikan produknya melalui sistem endorse.

"Intinya berdagang online jangan malu. Harus aktif di media sosial dan ramah sama pelanggan. Tinggalin gengsi, toh yang kita jual kan halal," katanya penuh semangat.

Di tengah banyaknya anak muda yang masih ragu memulai usaha, kisah Ulfa menjadi bukti bahwa peluang bisa datang dari mana saja. Dengan kemauan kuat dan ketekunan, bisnis sederhana pun bisa membawa kesuksesan.

Kini, nama Maria Ulfa tak hanya dikenal di Lombok Barat, tapi juga mulai menembus pasar luar daerah berkat strategi pemasaran digitalnya.

Bagi masyarakat Lombok yang ingin menikmati buah segar, sehat, dan terjamin kualitasnya, bisa langsung mengunjungi Instagram @mraulfaa_fruit.

Semangat muda Ulfa menjadi cermin bahwa dengan kerja keras dan konsistensi, siapa pun bisa mengubah ide sederhana menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. (*)

Editor : Marthadi
#Senggigi #jazz #sunset #Lombok Barat