LombokPost – Sepuluh camat di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) kini resmi menerima kendaraan dinas (randis) baru dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lobar.
Penyerahan dilakukan langsung oleh Bupati Lobar Lalu Ahmad Zaini didampingi Wakil Bupati Nurul Adha di halaman kantor bupati, Selasa (4/11).
Randis jenis Daihatsu Terios tersebut dibeli dengan nilai sekitar Rp 270 juta per unit, dengan total anggaran mencapai Rp 2,7 miliar untuk 10 unit kendaraan. Pengadaan kendaraan ini, kata Bupati, merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap peningkatan kinerja dan pelayanan camat kepada masyarakat.
“Beberapa kali saya temukan kendaraan camat mogok di jalan dan tidak bisa sampai ke lokasi tugas. Mobil yang mereka gunakan saat ini sudah berusia sekitar 14 tahun,” ungkap Bupati LAZ, sapaannya selepas penyerahan.
Meski mengakui kebijakan pengadaan randis baru ini berpotensi menimbulkan pro dan kontra, orang nomor satu di Gumi Patut Patuh Patju itu menegaskan bahwa kebijakan tersebut murni untuk kepentingan pelayanan publik. Menurutnya, camat memiliki peran vital dalam menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di wilayahnya.
“Pemberian randis ini bentuk apresiasi bagi camat yang sudah bekerja maksimal. Ini bukan hadiah, tapi dukungan agar mereka bisa melayani masyarakat lebih baik,” tegasnya.
Bupati juga menjelaskan, kendaraan dinas lama akan dialihkan kepada pejabat di bawah camat, sementara randis yang sudah afkir akan dilelang sehingga tetap memberi pemasukan bagi daerah.
“Semua kendaraan lama yang sudah tidak layak kita lelang, agar tidak jadi beban dan bisa menambah pendapatan daerah,” ujarnya.
Menanggapi anggapan pengadaan randis di tengah kondisi efisiensi anggaran, Zaini menilai hal itu justru langkah strategis. Menurutnya, kinerja camat akan jauh lebih tidak efisien bila mobil dinas mereka sering mogok dan tidak bisa menjangkau wilayah binaannya.
“Yang kita lihat itu output-nya. Kalau mobil 14 tahun dipaksa jalan di medan pegunungan seperti di Lobar, justru boros dan menghambat pelayanan,” kata Bupati LAZ.
Pemilihan jenis kendaraan juga disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah serta kondisi geografis Lobar yang berbukit dan menantang. “Kita cari kendaraan yang harganya terjangkau tapi tangguh di medan berat. Daihatsu Terios ini kami nilai paling sesuai,” tambahnya.
Bupati pun menegaskan, penerimaan randis baru harus diiringi peningkatan semangat kerja. Ia mengingatkan agar kendaraan tersebut digunakan sepenuhnya untuk tugas kedinasan, bukan kepentingan pribadi.
“Randis ini harus dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Jangan sampai semangatnya melempem setelah terima mobil baru,” tandasnya.
Sementara itu, Camat Gerung Fitriati Wahyuni mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan kepala daerah. Ia menceritakan, randis lama yang digunakan sering kali mogok hingga menghambat mobilitas pelayanan.
“Mobil lama sering macet, bahkan minggu lalu baru ganti aki karena mogok di jalan. Dengan randis baru ini, InsyaAllah kami bisa turun langsung ke desa-desa lebih cepat,” ucapnya.
Fitriati menambahkan, medan di wilayah kerjanya cukup berat, mulai dari perbukitan hingga perkampungan terpencil. Karena itu, ia optimistis randis baru akan sangat membantu meningkatkan pelayanan masyarakat di tingkat kecamatan.
Editor : Rury Anjas Andita