Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Isi Kuliah Umum Perdana Akatirta Lombok Barat, Bupati LAZ Bagikan Pengalaman Pimpin PT AMGM

Hamdani Wathoni • Sabtu, 15 November 2025 | 23:00 WIB
BERBAGI PENGALAMAN: Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini saat mengisi kuliah perdana Akatirta Lombok Barat, kemarin (14/11).
BERBAGI PENGALAMAN: Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini saat mengisi kuliah perdana Akatirta Lombok Barat, kemarin (14/11).

LombokPost - Kehadiran Akademi Tirta Wiayata (Akatirta) Lombok Barat mulai memberi warna baru bagi dunia pendidikan di daerah ini. Pembelajaran di kampus yang tengah beroperasi di lokasi sementara di Gerung tersebut menghadirkan kuliah umum perdana secara offline.

Bupati Lombok Bara Lalu Ahmad Zaini hadir langsung sebagai pemateri di hadapan mahasiswa Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) DIII Teknik Lingkungan.

Dalam kesempatan ini, Bupati LAZ, sapaannya membedah pengalaman panjangnya mengelola perusahaan air minum, PTAM Giri Menang, sebelum menjabat sebagai bupati.

"Salah satu yang saya lakukan adalah menata SDM, mengatur jumlah tenaga yang bekerja. Hal yang sekarang juga saya lakukan di rumah sakit saat menjadi bupati," ungkapnya.

Kuliah umum tersebut berlangsung hangat. LAZ memaparkan secara detail bagaimana sistem penyediaan air minum berjalan, tantangan lingkungan di NTB.

Dia juga memaparkan bagaimana membangun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) air minum yang sehat, profesional, dan sekaligus menguntungkan daerah. Ia menegaskan bahwa BUMD air minum berada pada dua kaki. Pertama pelayanan publik dan profit.

"Keduanya, kata dia, harus berjalan seimbang demi keberlanjutan layanan," jelasnya.

Akatirta Lombok Barat sendiri merupakan kampus baru hasil kerja sama Pemkab Lombok Barat dan Akatirta Magelang. Langkah ini disebut LAZ sebagai strategi jangka panjang untuk mencetak tenaga terampil yang langsung dibutuhkan dunia industri, khususnya sektor air minum dan lingkungan.

"Kalau kita buka jurusan-jurusan umum, itu sudah banyak. Karena itu kita buka jurusan khusus. Kita harus beda supaya peminatnya tinggi," jelasnya usai kuliah umum.

Menurut LAZ, kampus ini diharapkan menjadi pusat pembelajaran bidang pengelolaan air minum untuk kawasan Indonesia Timur. "Ini satu-satunya di Indonesia bagian timur," tegasnya.

Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang (PT AMGM) Sudirman menguatkan hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa kehadiran Akatirta di Lombok merupakan inisiatif bersama PD Perpamda NTB dan PT AMGM untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia PDAM se-NTB.

Melalui pendidikan formal D3, karyawan yang selama ini hanya mengandalkan pengalaman lapangan akan dibekali landasan teori yang kuat dan diuji kompetensinya.

PT AMGM sendiri telah mengirim 12 orang karyawan untuk mengikuti pendidikan di Akatirta. Menariknya, para karyawan tidak harus meninggalkan tugas karena kuliah pembukaan dilakukan di Lombok, sehingga lebih efisien dan hemat biaya.

"Ini bukan izin belajar, tapi disekolahkan oleh perusahaan," kata Sudirman. Selain mendapatkan ijazah D3, para lulusan akan membawa pulang sertifikat kompetensi yang bernilai strategis dalam peningkatan kualitas layanan PDAM.

Upaya ini sekaligus memperbaiki indikator kinerja perusahaan daerah air minum, terutama dalam hal total biaya pelatihan dan rasio karyawan yang mengikuti peningkatan kapasitas. Menurut Sudirman, peningkatan kapasitas SDM adalah elemen penting dari komitmen PDAM GM maupun PD Perpamda NTB untuk memperluas cakupan layanan dan meningkatkan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat.

"Kualitas pelayanan meningkat melalui SDM yang kompeten, dan cakupannya dilihat dari berapa banyak masyarakat yang bisa kita layani," ujarnya.

Dengan berdirinya Akatirta Lombok Barat, pemerintah daerah optimistis ekosistem pendidikan tinggi di Lobar akan tumbuh dan berkembang sebagaimana daerah lain.

Kampus ini diharapkan menjadi pusat penguatan SDM air minum dan lingkungan, sekaligus mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga profesional di sektor vital tersebut.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Tirta #PT AMGM #Lombok Barat #akademi #Lalu Ahmad Zaini