LombokPost - Desa Sesela, yang tahun ini genap berusia 145 tahun, kembali menunjukkan jati dirinya sebagai desa budaya dengan menyelenggarakan rangkaian perayaan hari jadi yang berlangsung selama satu minggu penuh pekan lalu.
Kegiatan yang digagas Pemerintah Desa bersama tokoh adat, karang taruna, dan seluruh elemen masyarakat itu berlangsung meriah dan sarat nilai-nilai tradisi khas Sesela. Kepala Desa Sesela, Taufik, menegaskan bahwa perayaan tahun ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum memperkuat identitas budaya dan semangat kebersamaan warga.
Dalam pemaparannya, Taufik menjelaskan bahwa rangkaian HUT disusun untuk menggairahkan kembali kecintaan masyarakat terhadap tradisi leluhur. “Desa Sesela dikenal sebagai desa yang kuat dengan adat dan budaya. Di usia ke-145 ini, kami ingin memastikan seluruh nilai itu terus hidup, dipahami, dan diteruskan oleh generasi muda,” ujarnya.
Perayaan dimulai dengan Festival Budaya Desa Sesela, sebuah ajang yang menampilkan keanekaragaman kesenian lokal, kerajinan khas, serta ritual tradisional yang masih lestari hingga kini. Festival ini mendapat antusias besar dari masyarakat karena menjadi ruang ekspresi budaya sekaligus wadah edukasi bagi para pengunjung yang ingin mengenal sejarah Sesela lebih dekat.
Setiap sore selama satu minggu penuh, masyarakat juga disuguhkan berbagai kegiatan perisian, yaitu aktivitas-aktivitas penguatan budaya yang melibatkan warga dari seluruh dusun. Suasana sore hari di desa menjadi lebih hidup dengan hadirnya anak-anak, pemuda, hingga tokoh adat yang bersama-sama mengikuti agenda tersebut.
Sementara itu, pada malam hari selepas salat Isya, panggung utama di pusat desa menampilkan kesenian khas Sesela. Mulai dari musik tradisi, tarian, hingga pertunjukan seni peran lokal dihadirkan secara bergiliran. Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ajang regenerasi seni karena banyak penampil berasal dari kelompok muda yang ingin mengenalkan kreativitas mereka.
Puncak kegiatan religi dalam rangkaian HUT ini adalah Tablig Akbar yang dipimpin langsung oleh ulama kharismatik, TGH. Munajib Kholid. Kehadiran beliau menarik ribuan jamaah dari berbagai wilayah. Dalam ceramahnya, TGH. Munajib mengajak masyarakat menjaga persatuan dan merawat nilai-nilai adat yang sudah diwariskan pendahulu.
Tak kalah penting, rangkaian HUT Desa Sesela juga diramaikan dengan pemberian santunan kepada anak yatim, yang diinisiasi oleh perangkat kewilayahan se-Desa Sesela bersama karang taruna. Kegiatan ini menjadi simbol kepedulian sosial masyarakat dan bentuk syukur atas usia panjang desa.
Kades Taufik menegaskan bahwa keberhasilan perayaan ini merupakan buah kerja kolektif seluruh elemen desa. “HUT ke-145 ini menjadi bukti bahwa masyarakat Sesela solid dan bangga dengan budayanya. Kami berharap tradisi ini terus berlanjut dan menjadi kekuatan desa dalam menghadapi masa depan,” katanya.
Dengan rangkaian yang meriah namun tetap penuh makna, HUT Desa Sesela tahun ini menjadi momentum penting dalam mempertahankan identitas budaya yang telah mengakar selama lebih dari satu abad sejak 1880 hingga 2025.
Editor : Redaksi Lombok Post