LombokPost – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Barat tahun 2025 berada pada angka yang cukup menggembirakan. Per 31 Oktober, realisasi PAD dari pendapatan pajak, retribusi, serta pendapatan lain yang sah mencapai 82,17 persen atau sekitar Rp 436,9 miliar dari target 531,7 miliar. Angka ini jauh melampaui pendapatan tahun sebelumnya dengan perbandingan di bulan yang sama.
”InsyaAllah target PAD kita tahun ini bisa tercapai,” ungkap Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lombok Barat Moh Adnan kepada Lombok Post.
Optimisme Adnan bukan tanpa alasan. Terutama jika melihat realisasi pendapatan dari pajak daerah. Per tanggal 14 November, realisasi pajak daerah mencapai Rp 89,73 persen atau secara keseluruhan Rp 193,14 miliar dari taget Rp 207 miliar. Sehingga dengan melihat waktu yang tersisa, dia yakin target pajak bisa terlampaui.
Namun dari data yag dipaparkan Adnan, pendapatan dari beberapa OPD hingga BLUD sampai saat ini masih belum memuaskan. Misalnya pendapatan RSUD Tripat Gerung. Dari target pendapatan Rp 168,8 miliar, realisasinya masih di angka 70 persen atau sekitar Rp 119 miliar. Angka ini tentu masih belum sesuai harapan.
Kemudian yang paling mencolok adalah pendapatan dari retribusi perizinan DPMPTSP Lombok Barat. Dari target Rp 3,1 miliar, realisasi hanya 42 persen sekitar Rp 1,3 miliar.
Dengan waktu yang tersisa, dinas atau organisasi perangkat daerah (OPD) penghasil OPD harus melakukan upaya ekstra untuk mengejar target. Terlebih, bupati selalu mengingatkan agar OPD mengoptimalkan potensi yang ada untuk meningkatkan PAD.
Direktur RSUD Tripat dr. Suriyadi yang dikonfirmasi terkait masih rendahnya realisasi target pendapatan per Oktober memberikan penjelasan jika hal ini terjadi karena target yang ditingkatkan saat APBD perubahan lalu.
”Betul, target kita dinaikkan dari Rp 150 miliar menjadi Rp 168,8 miliar. InsyaAllah Bulan Desember kami bisa mencapai di atas 80 persen,” jelas dr. Suriyadi.
Sementara RSUD Awet Muda Narmada yang ditargetkan pendapatan Rp 45 miliar kini sudah merealisasikan pendapatan di angka 80,89 persen atau sekitar Rp 36,6 miliar. Begitu juga dengan target pendapatan di Dinas Kesehatan melalui Puskesmas. Realisasinya cukup menggembirakan mencapai Rp 52 miliar atau 89,4 persen dari target Rp 58 miliar.
Editor : Jelo Sangaji