LombokPost – PT Air Minum Giri Menang (Perseroda) menunjukkan komitmennya dalam pelestarian lingkungan dengan melakukan penanaman pohon di wilayah sekitar sumber mata air di Desa Lebah Sempage, Narmada, Lombok Barat.
Langkah strategis ini diambil bukan hanya untuk menjaga ekosistem, tetapi juga menjamin ketersediaan serta kualitas air bersih bagi pelanggan, terutama di wilayah Lombok Barat bagian selatan dan Mataram.
”Ini adalah bagian dari tanggung jawab kami sebagai salah satu BUMD yang menjaga lingkungan dan sumber mata air. Ini rutin kami laksanakan. Sudah ribuan pohon yang telah kami tanam untuk menjaga ekosistem dan lingkungan,” tegas Direktur PT Air Minum Giri Menang Sudirman.
Penanaman pohon di wilayah sumber air dipaparkannya memiliki manfaat krusial, baik dari sisi lingkungan maupun operasional perusahaan. Salah satu fokus utama penanaman kali ini adalah di kawasan sumber mata air Lebah Sempaga.
Sudirman menjelaskan, sumber ini memiliki peran vital. Sesuai izin dari Badan Geologi Pusat, PTAM Giri Menang diberikan akses air sebesar 90 liter per detik dari mata air, ditambah 15 liter per detik dari sumur bor.
”Terjaganya sumber mata air ini sangat penting karena air dari Lebah Sempaga mengaliri kebutuhan air bersih di wilayah yang cukup luas, termasuk Kediri, Gerung, Kuripan, dan wilayah Mataram bagian selatan. Lokasi ini jauh dari sumber, jadi jangan sampai saat musim kemarau debitnya berkurang,” ujarnya.
Menurut Sudirman, ketersediaan air yang stabil menjadi kunci, apalagi wilayah selatan Lombok merupakan daerah yang tengah dikembangkan. Investasi Jangka Panjang Kualitas Air Sudirman memaparkan, manfaat penanaman pohon berlipat ganda.
Pohon berfungsi sebagai penyaring alami yang ulung. Akar pohon mampu menangkap partikel kotoran dan bahan kimia, sehingga air hujan yang diserap dan mengalir ke sumber mata air menjadi lebih bersih.
”Pohon dapat membantu menjaga kelembapan tanah. Saat ini kami fokus menanam pohon-pohon resapan air seperti beringin di Lebah Sempaga,” tambahnya.
Kegiatan penghijauan ini merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya tidak bisa dirasakan saat ini juga. ”Harapan bersama adalah untuk mempertahankan ketersediaan air. Dampaknya memang bukan hari ini, namun 10 atau 20 tahun selanjutnya akan memberikan manfaat nyata untuk ketersediaan air,” jelas Sudirman.
Selain menjaga kualitas air, penanaman pohon juga merupakan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau. Ketika pohon menyerap air hujan, air tersebut akan disimpan oleh tanah, memastikan keberlanjutan aliran air ke mata air bahkan saat curah hujan minim. Secara konsisten, PTAM Giri Menang melaksanakan penanaman di catchment area (daerah tangkapan air) setiap tahun.
Sebelumnya, penanaman besar dilakukan di Desa Pakuan, yang merupakan catchment area untuk sumber mata air Ranget dan Sesaot. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam melaksanakan Bulan Menanam yang secara nasional jatuh pada bulan November, bertepatan dengan awal musim penghujan agar pohon dapat tumbuh lebih optimal.
Editor : Marthadi