LombokPost - Layanan di RSUD Patut Patuh Patju (Tripat) Gerung Lombok Barat (Lobar) kini makin lengkap. Terlebih dengan hadirnya Cath Lab yang siap beroperasi melayani pengobatan penyakit jantung atau kardiovaskular di Lobar.
Dari balik pintu kaca ruang perawatan kardiovaskular RSUD Tripat Gerung, denyut harapan baru bagi pasien penyakit jantung mulai terdengar. Bukan hanya karena fasilitas modern yang kini hadir, tetapi juga karena kehadiran seorang spesialis yang siap mengemban misi besar menurunkan angka kematian akibat penyakit jantung di Lobar.
Dia adalah dr. Dwi Fachrul Octafian Hidayat, SpJP(K), FIHA, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah sekaligus Konsultan Kardiologi Intervensi. Dengan tenang, ia menjelaskan satu per satu perangkat yang kini dimiliki rumah sakit daerah tersebut. Perangkat yang selama ini hanya dapat dijangkau warga melalui rujukan ke rumah sakit kota atau provinsi.
"Cath Lab ini sangat penting untuk melihat dan sekaligus menangani kelainan pembuluh darah, terutama pada kasus serangan jantung yang membutuhkan penanganan cepat," ujarnya. Cath Lab atau laboratorium kateterisasi jantung bukan sekadar ruang penuh monitor dan mesin berteknologi tinggi.
Di sinilah aliran darah dalam tubuh dapat dipetakan secara langsung. Melalui prosedur kateterisasi, dokter dapat melihat apakah terdapat penyempitan arteri pada jantung, kaki, atau pembuluh darah di dada, perut, dan bahkan kepala. Kelainan seperti aneurisma atau pelebaran pembuluh darah pun dapat terdeteksi dengan presisi tinggi.
Tak berhenti pada diagnosis, Cath Lab Tripat juga memungkinkan intervensi langsung dilakukan saat itu juga. Penyempitan pembuluh darah bisa segera dibuka dengan pemasangan ring (stent), sementara aneurisma dapat diamankan melalui tindakan pemasangan coil untuk mencegah pembuluh darah melebar dan pecah.
"Kecepatannya sangat menentukan. Setiap menit yang terlewat bisa memperbesar risiko kematian atau komplikasi serius," ujar dr. Fachrul, sapaannya.
Kementerian Kesehatan sendiri menargetkan pengadaan Cath Lab di berbagai daerah sebagai strategi nasional menekan angka kematian akibat penyakit jantung, yang menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
RSUD Tripat Gerung menjadi bagian dari strategi itu. Dengan ruang CVCCU berkapasitas empat bed, SDM yang terlatih, dan alat yang telah lengkap, rumah sakit ini siap menjadi garda terdepan layanan kegawatdaruratan jantung di Lombok Barat.
Masyarakat kini tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke kota Mataram atau rumah sakit provinsi untuk mendapatkan tindakan darurat. Wisatawan yang tiba-tiba mengalami serangan jantung pun dapat langsung mendapatkan penanganan cepat di Gerung.
Meski fokus awal diarahkan pada penanganan serangan jantung, dr. Dwi menegaskan Cath Lab Tripat memiliki potensi lebih luas. Ke depannya, alat yang sama dapat digunakan untuk menangani kelainan katup jantung maupun kasus jantung bawaan.
Termasuk kebocoran sekat jantung (ASD atau VSD). Saat ini, RSUD Tripat masih menunggu lisensi dari Bapeten serta kesepakatan kerja sama dengan BPJS untuk layanan pemasangan ring jantung. Harapannya, pada tahun 2026, rumah sakit ini dapat melakukan proctorship, atau tindakan pemasangan ring jantung pertama yang diawasi langsung oleh mentor ahli.
"Kami ingin masyarakat Lombok Barat punya akses yang cepat, aman, dan setara terhadap layanan jantung modern. Ini baru langkah awal, tapi langkah besar," kata dr. Dwi menutup penjelasannya.
Di ruang Cath Lab itu, mesin-mesin telah menyala, tim medis telah bersiap, dan harapan masyarakat Lombok Barat kini berdenyut semakin yakin bahwa ketika jantung mulai melemah, mereka tak lagi sendirian menunggu waktu. (*)
Editor : Siti Aeny Maryam