LombokPost – Proyek pembangunan dan perakitan alat pengolah sampah nonemisi atau Manajemen Sampah Zero (Masaro) di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Senteluk, Kecamatan Batulayar, terus dikebut.
Bupati Lombok Barat (Lobar) Lalu Ahmad Zaini menegaskan agar instalasi alat senilai Rp 10 miliar tersebut wajib tuntas dalam waktu dua minggu.
"Saya minta dibuat time schedule, hari ini pasang apa, besok pasang apa. Saya tidak ingin ada pekerjaan yang tidak selesai," tegas Bupati LAZ, sapaanya. Bupati bahkan meninjau langsung progres perakitan di lokasi, pekan lalu.
Hingga kini, pemasangan alat baru mencapai sekitar 85 persen, tertinggal dari Masaro Pusat Daur Ulang (PDU) Lingsar yang telah selesai dirakit dan siap uji coba. Bupati LAZ menginginkan pekerjaan dilakukan terukur setiap hari. Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lobar memastikan Masaro Senteluk selesai tepat waktu.
Menurut Bupati LAZ, penyelesaian tepat waktu sangat penting karena Masaro Senteluk akan menjadi solusi penanganan sampah di Kecamatan Batulayar dan Gunungsari. Terlebih saat ini terdapat pembatasan pembuangan sampah ke TPA Regional Kebon Kongok, sehingga perlu pengurangan volume sampah yang diangkut.
Ia menjelaskan, alat Masaro memiliki kapasitas pengolahan 10 ton sampah per hari dengan jam kerja sekitar 7 jam. Kapasitas tersebut masih bisa ditingkatkan dengan menambah tenaga maupun durasi kerja. Selain itu, keberadaan Masaro Senteluk akan menghemat biaya operasional pemerintah daerah karena sampah dari kawasan wisata tidak lagi harus diangkut jauh ke TPA.
"Untuk biaya BBM bolak-balik ke TPA, Dengan Masaro, itu bisa lebih efisien," ujarnya. Pemkab Lobar juga menyiapkan strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap TPA.
Hasil pengolahan Masaro berupa pupuk organik menjadi nilai tambah sekaligus solusi ramah lingkungan. Bupati juga tengah mempertimbangkan kebijakan membayar tarif angkut sampah kepada masyarakat, kelompok, atau perusahaan yang membawa sampah mereka langsung ke Masaro.
Sistem pembayaran direncanakan dilakukan per ritase setiap bulan. Di sisi lain, LAZ meminta percepatan pembangunan akses jalan baru menuju TPST Masaro Senteluk agar kendaraan tidak lagi melintasi permukiman warga.
Kepala DLH Lobar Muhammad Busyairi menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti instruksi Bupati. Pihaknya menambah tenaga kerja hingga lembur agar target dua pekan dapat dicapai.
"Sekarang listrik sudah terpasang, kita kebut pemasangan. Kita pastikan tidak ada waktu terbuang," katanya. Busyairi juga menyebut pembangunan akses jalan sepanjang 200 meter hampir rampung dan akan melewati sisi KUA Batulayar. Sementara itu, Masaro PDU Lingsar tinggal menunggu penyambungan listrik untuk segera diuji coba dan beroperasi.
Editor : Siti Aeny Maryam