Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kemiskinan Lombok Barat Turun 4.000 Jiwa di Tahun 2025

Hamdani Wathoni • Rabu, 17 Desember 2025 | 17:00 WIB
Deny Arif Nugroho
Deny Arif Nugroho

LombokPost – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) berhasil mencatatkan penurunan angka kemiskinan yang signifikan pada tahun ini. Jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 4.000 jiwa atau turun 0,75 persen, sekaligus melampaui target yang telah ditetapkan dalam RPJMD.

"Data terbaru, angka kemiskinan Lombok Barat kini berada di kisaran 11,9 persen atau sekitar 92.000 jiwa, turun dari tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 96.000 jiwa," jelas Kepala Bappeda Lobar Deny Arif Nugroho.

Capaian ini menegaskan komitmen Pemkab Lobar dalam memperkuat pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Deny menyatakan, penurunan angka kemiskinan ini merupakan hasil pengawalan serius terhadap indikator ekonomi mikro.

"Ini bukan sekadar angka. Penurunan 0,75 persen mencerminkan efektivitas program yang langsung menyentuh masyarakat," kata Deny.

Ia menambahkan, capaian 11,9 persen tersebut bahkan telah melampaui target RPJMD yang berada pada rentang 11,53 hingga 12,4 persen. Menurut Deny, keberhasilan ini didorong oleh sejumlah program strategis, di antaranya pengurangan kantong kemiskinan melalui intervensi langsung, pengurangan beban pengeluaran rumah tangga lewat bantuan UMKM dan perlindungan sosial, serta penguatan desa wisata dan ekonomi kreatif.

Selain itu, Pemkab juga menggiatkan ekonomi produktif dan pembinaan usaha kecil masyarakat. "Kami menargetkan angka kemiskinan dapat ditekan hingga di bawah 10 persen pada 2029, sejalan dengan target nasional. Untuk tahun depan (2026), target penurunan dipatok di angka 11,4 persen," ucapnya.

Deny juga menekankan pentingnya validasi data melalui Sistem Ekonomi Nasional (SEN). Saat ini, verifikasi data Desil 1 dan Desil 2 telah mencapai 57 persen dan ditargetkan rampung sebelum akhir Desember.

"Validasi data sangat penting agar bantuan tepat sasaran dan kebijakan penanganan kemiskinan lebih efektif," imbuhnya.

Pemkab Lombok Barat optimistis tren positif ini dapat terus dijaga, sekaligus memperkuat pondasi ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak semata ditentukan oleh banyaknya strategi, melainkan oleh kesungguhan dan konsistensi dalam menjalankan program.

"Tidak perlu terlalu banyak strategi. Yang terpenting adalah kemauan bekerja dan memastikan program berjalan optimal," tegas LAZ, sapaannya.

Menurutnya, misi pembangunan daerah harus terukur dan dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya pada sektor pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan. Ia menekankan empat indikator utama yang menjadi fokus seluruh perangkat daerah, yakni tidak ada anak putus sekolah, tersedianya lapangan kerja, meningkatnya usia harapan hidup, serta bertambahnya angka melek aksara.

"Empat indikator ini adalah pondasi menuju Lombok Barat yang maju, mandiri, dan berkeadilan," tegas bupati. Bupati LAZ juga mendorong aparatur sipil negara (ASN) di semua OPD atau dinas agar bekerja dengan target yang jelas dan terukur. Ia bahkan menyarankan agar target kerja ditulis dan ditempel di tempat yang mudah terlihat sebagai pengingat sekaligus pemacu kinerja.

Editor : Pujo Nugroho
#Ekstrem #Bappeda #Lombok Barat #kemiskinan