LombokPost – Universitas Bima Internasional MFH Mataram (UNBIM) mencatatkan sejarah penting dengan menggelar wisuda perdana bagi 313 wisudawan pada Wisuda I Tahun Akademik 2024–2025.
Momentum ini menjadi tonggak transformasi UNBIM yang sebelumnya berstatus Politeknik Medikapar Mahusada Mataram, sekaligus menandai capaian prestasi akademik dan kerja sama internasional.
Wisuda perdana tersebut dirangkaikan dengan Sidang Senat Terbuka yang digelar di Hotel Lombok Raya, Selasa (16/12). Pada kesempatan itu, UNBIM juga menerima penghargaan dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah sebagai perguruan tinggi dengan kerja sama industri terbaik, serta perguruan tinggi dengan program studi unggul terbanyak di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ketua Senat UNBIM Ass. Prof. Dr. Syamsuriansyah, menegaskan bahwa wisuda perdana ini memiliki makna istimewa bagi pengembangan institusi. “Sejak berproses dari politeknik hingga menjadi universitas, wisuda hari ini merupakan wisuda perdana yang sangat istimewa,” ujarnya.
Menurutnya, keistimewaan wisuda ini juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama internasional antara Saito University Malaysia dengan sejumlah perguruan tinggi swasta di NTB, termasuk UNBIM. Kerja sama tersebut diharapkan membuka peluang pertukaran akademik, riset, dan peningkatan mutu lulusan.
Dari total 313 wisudawan, sekitar 180 orang berhasil meraih predikat cum laude. Dr. Syamsuriansyah menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari konsep kurikulum UNBIM yang menitikberatkan pada penguatan keterampilan, dengan komposisi 30 persen teori dan 70 persen praktik, serta pembinaan soft skill.
“Lulusan kami tidak hanya menguasai teori, tetapi juga siap kerja. Banyak yang sudah bekerja di apotek, bidang kesehatan, hingga sebagai software engineer,” jelasnya.
UNBIM juga menargetkan capaian sebagai Perguruan Tinggi Unggul dalam beberapa tahun ke depan. Saat ini, sekitar 50 persen persyaratan telah dipenuhi. “Target kami pada 2028 UNBIM siap mengajukan predikat Perguruan Tinggi Unggul,” tegasnya.
Selain itu, UNBIM aktif menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah. Salah satunya dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dalam penanganan stunting di Kecamatan Sekotong, Gunungsari, dan Narmada. Program tersebut menunjukkan penurunan angka stunting yang signifikan.
Sementara itu, Rektor UNBIM Apt. Ajeng Dian Pertiwi, M.Farm., menyampaikan rasa bangga atas capaian institusi yang baru berusia delapan bulan. Ia menyebutkan bahwa 50 persen wisudawan telah terserap di dunia kerja. “Kami optimistis dalam tiga bulan ke depan 100 persen alumni sudah bekerja. Inilah keunggulan pendidikan vokasi,” ujarnya.
Wisuda perdana ini meluluskan mahasiswa dari lima program studi, yakni D3 Farmasi, D3 Teknologi Laboratorium Medis, D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, D3 Statistika Terapan, serta Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak.
Meski tergolong perguruan tinggi baru, UNBIM telah berhasil meraih dua program studi berakreditasi unggul dan tiga program studi dengan akreditasi baik sekali. Ke depan, UNBIM menargetkan pengajuan tiga program studi tambahan untuk meraih akreditasi unggul, sebagai syarat mutlak menuju perguruan tinggi unggul.
Editor : Pujo Nugroho