LombokPost — Pembangunan gedung Komisi DPRD Kabupaten Lombok Barat (Lobar) yang berlokasi di lingkungan DPRD setempat dipastikan rampung pada akhir tahun 2025. Proyek infrastruktur strategis tersebut kini memasuki tahap akhir dengan progres fisik yang telah mencapai 98 persen hingga 30 Desember 2025.
Meski sempat menghadapi sejumlah kendala teknis dan administratif di awal pelaksanaan, pihak pelaksana optimistis gedung tersebut dapat segera difungsikan untuk menunjang aktivitas dan kinerja legislatif pada tahun mendatang. Saat ini, kontraktor fokus menyelesaikan pekerjaan tahap akhir berupa penyempurnaan detail bangunan sebelum dilakukan serah terima pekerjaan.
Wakil Direktur CV Tri Harapan Sujirman menyampaikan, sisa pekerjaan yang tinggal sekitar dua persen merupakan pekerjaan finishing ringan. Ia menargetkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan 100 persen dalam waktu dua hari ke depan.
“Per tanggal 30 Desember ini progres sudah 98 persen. Insyaallah dalam dua hari bisa rampung sepenuhnya. Sisanya hanya pekerjaan finishing kecil. Ini bukti kerja nyata kami di lapangan,” ujarnya saat ditemui di lokasi proyek, Rabu (30/12).
Sujirman tidak menampik bahwa proyek ini sempat mengalami keterlambatan pada tahap awal. Keterlambatan tersebut disebabkan oleh proses administrasi yang memakan waktu cukup panjang setelah penandatanganan kontrak.
“Awalnya kami sempat molor sekitar 15 hari karena urusan administrasi. Setelah semua izin lengkap dan diberikan start kerja, barulah pengerjaan fisik bisa dimulai,” jelasnya.
Selain kendala administratif, faktor cuaca juga menjadi tantangan tersendiri selama proses pembangunan. Namun, pihak pelaksana menerapkan strategi percepatan dengan menambah tenaga kerja serta mengoptimalkan jam kerja agar target tetap tercapai.
“Cuaca tidak bisa dijadikan alasan keterlambatan selama manajemen tenaga kerja berjalan dengan baik,” tegasnya.
Menariknya, pembangunan gedung Komisi DPRD Lobar ini diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat. Berdasarkan kontrak, pelaksana hanya diberikan waktu 110 hari kalender untuk menyelesaikan pekerjaan dari nol hingga siap digunakan.
“Biasanya proyek seperti ini membutuhkan waktu sekitar 150 hari atau lima sampai enam bulan. Tapi dalam kontrak kami hanya diberi 110 hari. Alhamdulillah, target itu bisa kami kejar dan capai tepat waktu,” tambah Sujirman.
Baca Juga: Proyek Dermaga Senggigi Jadi Lebih Cepat, Bupati Lobar Beri Pujian
Setelah seluruh pekerjaan rampung, proyek akan memasuki tahapan Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima sementara. PHO direncanakan dilaksanakan pada 31 Desember 2025.
“Rencana PHO kita lakukan besok pagi,” singkatnya.
Sementara itu, Pengawas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Barat, Asrul Supriadi, memastikan bahwa secara umum kondisi bangunan telah sesuai dengan spesifikasi teknis yang direncanakan.
“Per tanggal 31 Desember nanti progres sudah bisa kami tutup 100 persen. Saat ini memang tinggal tahap akhir saja,” katanya.
Asrul juga mengapresiasi kedisiplinan kontraktor dalam penyediaan material dan pengelolaan tenaga kerja. Menurutnya, meski waktu pengerjaan sangat terbatas, kualitas material tetap terjaga dengan baik.
“Material disuplai dengan lancar dan sesuai spesifikasi. Tidak ada kendala berarti yang menghambat pengerjaan fisik,” ujarnya.
Rampungnya gedung Komisi DPRD Lobar ini diharapkan mampu memberikan fasilitas kerja yang lebih representatif dan nyaman bagi anggota dewan, sehingga pelayanan kepada masyarakat Lombok Barat dapat semakin optimal ke depan.
Editor : Siti Aeny Maryam