Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Proyek SPAM Meninting Segera Dibangun, PTAM Giri Menang Pastikan Penyesuaian Tarif Tak Berdampak ke MBR

Hamdani Wathoni • Selasa, 30 Desember 2025 | 21:48 WIB
Sudirman
Sudirman

LombokPost – Proyek strategis Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Meninting dipastikan akan segera memulai tahap konstruksi. Kepastian ini didapat setelah adanya sinkronisasi anggaran antara pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar).

"Berdasarkan sinkronisasi anggaran, SPAM Meninting akan mulai dibangun tahun 2027. Kesiapan dari Pemkab Lobar sudah sangat matang dengan menyediakan lahan seluas 1,5 hingga 3 hektare untuk pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA)," ujar Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang Sudirman, Senin (29/12).

Dia mengungkapkan, proyek ini merupakan langkah revolusioner untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat dengan biaya operasional yang lebih efisien.

Pihaknya telah melakukan koordinasi intensif melalui pertemuan daring bersama Kementerian PUPR, BPPW, dan BWS. ​

Salah satu poin krusial dari proyek ini adalah lokasinya yang berada di area ketinggian, tepatnya di sekitar Bendungan Meninting atau kawasan Guntur Macan. Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan.

Sudirman menjelaskan bahwa dengan membangun IPA di lokasi yang tinggi, pendistribusian air ke konsumen di wilayah Mataram, Lombok Barat bagian utara, hingga Narmada dan Lingsar tidak lagi memerlukan pompa listrik yang besar.

​"Kenapa kita bangun di atas? Supaya kita bisa menggunakan energi gravitasi. Biaya operasional akan jauh lebih rendah karena tidak menggunakan energi mekanik atau pompa," paparnya.

Tarif air dipaparkannya adalah jasa pengelolaan. Maka jika biaya pengolahan kami rendah, tarif yang sampai ke masyarakat juga bisa tetap rendah. ​Proyek yang ditargetkan rampung pada tahun 2027 ini sepenuhnya didanai oleh APBN.

Sudirman menekankan pentingnya dukungan pusat ini karena jika pembangunan dilakukan melalui skema kerja sama seperti Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), nilai investasinya akan sangat besar dan dikhawatirkan membebani tarif masyarakat. ​

Menyinggung soal isu penyesuaian tarif, Sudirman meminta masyarakat untuk tidak merasa khawatir secara berlebihan.

Ia menegaskan bahwa PTAM Giri Menang tetap mengedepankan prinsip keberpihakan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

​"Yang disesuaikan itu adalah golongan menengah ke atas, sektor komersial, dan bangunan pemerintah. Untuk masyarakat kecil dan rumah ibadah, itu golongan yang kami subsidi. Mereka tidak akan dinaikkan," tegas Sudirman.

​Ia memberikan ilustrasi sederhana bahwa penyesuaian tarif bagi golongan mampu sebenarnya merupakan bentuk gotong royong. Kenaikan yang mungkin hanya berkisar Rp 4.000 per bulan dari yang semula Rp 50 ribu menjadi Rp 54 ribubagi pelanggan mampu. Ini akan sangat berarti untuk membiayai penyambungan air bagi warga yang selama ini belum mendapatkan akses air bersih.

​"Keuntungan yang didapat perusahaan akan dikembalikan lagi dalam bentuk investasi pelayanan. Mulai dari pembebasan lahan, pengadaan tangki, penambahan sambungan pelanggan hingga penanganan masalah tekanan air di wilayah-wilayah yang selama ini aliran airnya kecil," tutupnya. 

Editor : Marthadi
#PT AMGM #bendungan meninting #Lombok Barat #PT Air Minum Giri Menang #Proyek SPAM Meninting