LombokPost - Tim SAR Gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi seorang nelayan bernama Sarimin dalam keadaan selamat di tengah laut, Senin (5/1). Korban sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat sedang melaut.
"Sarimin merupakan warga Dusun Kuranji Bangsal, Desa Kuranji, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, awalnya dilaporkan belum kembali ke daratan setelah melaut di perairan Pantai Ampenan," jelas Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi.
Kekhawatiran pihak keluarga memuncak saat korban tidak menjawab panggilan telepon sekitar pukul 08.00 Wita.
Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Desa Kuranji segera meneruskan informasi ke Kantor SAR Mataram untuk meminta bantuan pencarian.
Menerima laporan tersebut, Hariyadi menjelaskan pihaknya segera mengerahkan tim rescue untuk melakukan pencarian intensif bersama unsur potensi SAR di sekitar lokasi kejadian.
Perahu korban pertama kali ditemukan terombang-ambing oleh nelayan setempat, masih di sekitar perairan Ampenan.
"Saat dilakukan pengecekan, korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri (pingsan) di atas perahunya," jelasnya.
Tim rescue Kantor SAR Mataram yang menerima informasi penemuan tersebut langsung bergegas menuju lokasi penemuan untuk membantu proses evakuasi bersama unsur potensi SAR.
"Tim SAR segera mengevakuasi korban menuju daratan dan langsung membawanya ke Puskesmas Parampuan, Lombok Barat, guna mendapatkan perawatan medis lebih lanjut," ungkap Hariyadi.
Dengan penyelamatan yang sigap, nelayan tersebut kini sudah sadarkan diri dan berhasil diselamatkan.
Hariyadi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam keberhasilan operasi ini.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan sinergi yang kuat antara berbagai instansi dan masyarakat.
Baca Juga: Istiningsih Terpilih Aklamasi jadi Ketua PTMSI Mataram, Siap Cetak Atlet Tenis Meja Berprestasi
Adapun unsur yang terlibat meliputi Tim Rescue Kantor SAR Mataram, TNI, Polri, Saka SAR, Perangkat Desa Kuranji, masyarakat dan nelayan setempat serta pihak terkait lainnya.
Dalam operasi SAR ini, tim memaksimalkan penggunaan teknologi dan peralatan pendukung, termasuk Drone Thermal untuk pemantauan udara, perahu karet, serta peralatan medis. Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR ini resmi dinyatakan ditutup.
Editor : Kimda Farida