LombokPost - Cahaya lampu warna-warni memantul indah di atas permukaan air yang menari mengikuti irama. Sesekali, kepulan uap air dari water screen menyembur halus, menciptakan suasana sejuk di tengah hangatnya malam Kota Gerung.
Bundaran Giri Menang Square (GMS) kini bukan sekadar persimpangan jalan, melainkan panggung baru bagi denyut nadi ekonomi dan kegembiraan warga. Selama hampir satu dekade, Bundaran GMS sempat kehilangan pesonanya.
Kondisinya yang tak terurus membuatnya sekadar menjadi saksi bisu kendaraan yang melintas. Namun, di bawah kepemimpinan Bupati Lalu Ahmad Zaini dan Wakil Bupati Nurul Adha, wajah ikon Lombok Barat ini berubah total. Revitalisasi besar-besaran mengubah tempat ini menjadi magnet baru yang menghidupkan suasana kota.
Kehadiran air mancur menari dan fasilitas penunjang lainnya tak hanya mempercantik estetika kota, tetapi juga membawa angin segar bagi dompet para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satunya adalah Andriani. Sambil sesekali membolak-balik sosis dan bakso bakar di atas panggangan, tangannya dengan cekatan melayani antrean pembeli.
"Sejak bundaran ini dipercantik, omzet saya naik drastis setiap malam. Banyak orang yang datang, otomatis banyak yang jajan," ujar Andriani dengan wajah berseri.
Baginya, perbaikan GMS adalah berkah nyata. Jika dulu dagangannya hanya laku ala kadarnya, kini ia harus bersiap dengan stok lebih banyak setiap kali senja mulai turun. Pengunjung yang datang bersama keluarga biasanya tidak hanya sekadar duduk melihat air mancur, tetapi juga berburu kuliner mulai dari jus buah, es kopi, hingga makanan berat seperti Mie Goreng, Bakso, dan kuliner khas Sate Bulayak.
Tak jauh dari lapak Andriani, riuh rendah suara anak-anak terdengar dari area penyewaan mainan. Ada rumah balon dan istana balon yang menjadi primadona. Para orang tua tampak santai mengawasi anak-anak mereka bermain sembari sesekali mengabadikan momen dengan kamera handphone.
Latar belakang air mancur dan lampu-lampu ikonik GMS memang menjadi spot foto yang sangat instagramable. Bagi warga Gerung, transformasi ini adalah bentuk perhatian pemerintah yang sudah lama dinanti.
"Saya datang ke sini dari Lingsar pakai Odong-odong. Saya sama keluarga penasaran sekalian ajak anak jalan-jalan biar tidak lihat HP terus nenerus," ujar salah satu pengunjung yang tengah asyik menyewa alat permainan.
Revitalisasi Bundaran GMS menjadi bukti bahwa pembangunan fisik yang digarap dengan hati mampu memicu efek domino bagi ekonomi rakyat kecil. Monumen ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan tonggak baru bagi kebangkitan ekonomi kelas menengah ke bawah di Ibu Kota Lombok Barat. (*)
Editor : Siti Aeny Maryam