Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Mayat Perempuan Ditemukan di Hutan Sekotong, Polisi Dalami Penyebab Kematian

Hamdani Wathoni • Rabu, 7 Januari 2026 | 12:42 WIB

Warga Desa Persiapan Belongas digemparkan oleh penemuan sesosok mayat perempuan di kawasan hutan perbukitan, Selasa (6/1/2026) siang.
Warga Desa Persiapan Belongas digemparkan oleh penemuan sesosok mayat perempuan di kawasan hutan perbukitan, Selasa (6/1/2026) siang.

LombokPost – Warga Dusun Panggang, Desa Persiapan Belongas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, digemparkan oleh penemuan sesosok mayat perempuan di kawasan hutan perbukitan, Selasa (6/1/2026) siang.

Jenazah ditemukan dalam kondisi mengenaskan dan langsung memicu perhatian aparat kepolisian setempat. Penemuan tersebut segera ditindaklanjuti oleh jajaran Polsek Sekotong bersama Polres Lombok Barat.

Petugas diterjunkan ke lokasi guna melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus penyelidikan awal untuk mengungkap penyebab kematian korban.

Dari hasil identifikasi awal, korban diketahui bernama Jani (41), perempuan asal Dusun Dasan Bengkel, Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Korban tercatat berdomisili di Dusun Lebah Suren, Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat.

Informasi penemuan jenazah bermula dari laporan warga yang mencurigai adanya sosok tergantung di area pepohonan perbukitan Dusun Sauh, wilayah yang masih masuk kawasan hutan Sekotong.
Kapolsek Sekotong Iptu I Ketut Suriarta membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, laporan pertama diterima sekitar pukul 11.00 Wita dari warga setempat.

"Begitu menerima informasi, kami langsung mengerahkan personel Unit Reskrim dan piket fungsi, dibantu Tim Inafis Polres Lombok Barat, untuk menuju lokasi dan melakukan olah TKP," ujar Kapolsek.

Menurut keterangan kepolisian, mayat pertama kali ditemukan oleh seorang anak laki-laki berusia sekitar 8 tahun yang sedang menggembalakan sapi di perbukitan Dusun Sauh. Saat melintas di bawah pohon besar yang oleh warga dikenal sebagai pohon goak, saksi melihat bagian tubuh manusia dalam posisi tergantung dengan kondisi terikat kain.

Karena ketakutan, anak tersebut langsung berlari kembali ke perkampungan dan memberitahukan temuannya kepada orang tua serta warga sekitar. Informasi itu kemudian diteruskan ke aparat desa dan dilaporkan ke Polsek Sekotong.

Petugas kepolisian baru tiba di lokasi sekitar pukul 15.10 Wita, mengingat medan menuju TKP cukup sulit dijangkau. Area penemuan langsung disterilkan untuk kepentingan penyelidikan.
Dalam proses olah TKP, polisi menemukan sebuah tas yang berisi pakaian, sepatu, dompet, serta kartu identitas milik korban. Temuan tersebut menjadi petunjuk penting dalam proses identifikasi awal.

"Kondisi jenazah saat ditemukan sudah memprihatinkan. Namun, barang-barang pribadi dan KTP yang ditemukan di sekitar lokasi mengarah pada identitas korban," jelas Iptu I Ketut Suriarta.

Setelah seluruh prosedur di TKP selesai, jenazah dievakuasi menggunakan kantong jenazah dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sore harinya, sekitar pukul 17.30 Wita, pihak keluarga korban bersama kepala dusun mendatangi Mapolsek Sekotong. Keluarga memastikan identitas korban dengan mengenali sepatu dan pakaian yang ditemukan di lokasi kejadian.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lombok Barat,AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata menegaskan, pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban. Penyelidikan masih terus berlangsung dengan mengumpulkan keterangan saksi-saksi.

"Jenazah saat ini masih dititipkan di RS Bhayangkara. Kami menunggu hasil visum dari tim medis sebagai dasar untuk menentukan langkah penyelidikan selanjutnya," ujarnya.
Polisi memastikan penanganan kasus ini dilakukan secara profesional dan transparan hingga penyebab pasti kematian korban dapat terungkap.

Editor : Jelo Sangaji
#Lombok Barat #Polres Lobar #Mayat #Sekotong