LombokPost – Wajah Dusun Bantir hingga Sambiratih di Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, kini tak lagi sunyi. Kehadiran akses jalan baru sepanjang lebih dari 2 kilometer di wilayah perbukitan tersebut telah mengubah wajah ekonomi masyarakat setempat.
Tak sekadar infrastruktur, jalan ini kini menjadi urat nadi baru bagi geliat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa tersebut.
"Alhamdulillah, jalan baru ini membawa berkah. Sekarang banyak warga yang berjualan di pinggir jalan, mulai dari kuliner lokal hingga minuman ringan. Ini benar-benar meningkatkan perekonomian dan menambah rezeki masyarakat setiap hari," ujar Kepala Desa Banyu Urip Selamat Riyadi kepada Lombok Post, Rabu (7/1).
Dia mengungkapkan, perbaikan jalan ini membawa dampak instan bagi pendapatan warga. Pemandangan alam yang indah dari perbukitan Banyu Urip menjadi daya tarik utama yang memancing wisatawan lokal untuk berkunjung.
Bahkan, aktivitas perdagangan tidak hanya didominasi oleh warga asli Banyu Urip. Lokasi yang strategis dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Lombok Tengah membuat warga dari desa tetangga seperti Desa Ranggate dan Mapas turut mengais rezeki di sepanjang jalur ini.
"Kita satu arah dengan mereka di Lombok Tengah. Jadi warga dari Ranggate dan Mapas juga ikut berjualan di sini. Kami dari pemerintah desa tidak membatasi, justru kami bersyukur ini menjadi berkah untuk semua orang," imbuhnya.
Terdapat empat dusun di wilayah atas yang kini paling merasakan dampak langsung, yakni Dusun Bantir, Kondak, Bentedung, dan Sambiratih. Keramaian biasanya mulai memuncak saat sore hari hingga malam. Menariknya, antusiasme warga untuk berjualan sangat tinggi hingga mereka tidak ingin dibatasi oleh jadwal tertentu.
"Warga maunya jualan setiap hari, tidak mau hanya Sabtu-Minggu saja. Karena memang setiap sore selalu ramai orang datang untuk menikmati view sambil jajan," tambah Kades yang dikenal dekat dengan warganya ini.
Terkait keberlanjutan dan ketertiban, Pemerintah Desa Banyu Urip saat ini tengah menggodok regulasi bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Fokus utamanya adalah mengenai penataan lapak, masalah keamanan, hingga kebersihan lingkungan agar daya tarik wisata tersebut tetap terjaga.
"Harapan saya, mari kita sama-sama menjaga jalan ini. Tetap rapi, bersih, dan indah. Dengan potensi pemandangan yang luar biasa ini, Banyu Urip bisa menjadi destinasi unggulan yang mandiri secara ekonomi," tutup Selamat.
Editor : Jelo Sangaji