LombokPost - Belum lama ini viral video Satpol PP Lombok Barat (Lobar) menertibkan gerobak hingga jualan pedagang kaki lima (PKL) di seputar bypass hingga Budaran Giri Menang Square. Video ini pun menjadi perbincangan publik dan menuai beragam reaksi.
Banyak pihak yang menyayangkan penertiban PKL, tak sedikit yang mendukung penertiban agar kawasan Budaran GMS tidak kumuh dan semrawut. Terlebih di area jalan bypass memang tidak seharusnya untuk berjualan karena membahayakan.
Namun dengan langkah penertiban ini, banyak PKL khususnya para pedagang keliling yang berharap ada solusi konkret yang dihadirkan Pemkab Lombok Barat bagi mereka. "Sekarang sudah dilarang berjualan di sekitar Bundaran GMS dan bypass. Makanya kami pindah ke depan SD ini (SD Mendagi)," jelas Bachtiar, salah satu pedagang minuman segar keliling kepada Lombok Post.
Pemkab Lobar melalui Satpol PP dan Dishub memang sudah melakukan sosialisasi dan imbauan kepada para pedagang. Kawasan seputar Bundaran GMS dan bypass diminta steril dari PKL. Mereka diarahkan berjualan di lokasi titik yang sudah disiapkan. Misalnya di barat dan utara Bundaran GMS.
"Cuma kami naik ke sana dilarang juga sama tukang parkirnya. Karena di sana sudah jadi area parkir mereka," ungkapnya. Jumlah ruang yang ada tidak bisa menampung banyaknya pedagang keliling yang semula berjualan di pinggir jalan bypass Bundaran GMS.
Terlebih semenjak air mancur menari dan water screen dioperasikan sejak awal tahun baru 2026, pengunjung Bundaran GMS makin ramai setiap harinya. Sehingga ini menjadi peluang mencari rezeki dan berkah bagi PKL dan pedagang keliling. "Kami berharap ada solusi tempat kami bisa jualan. Itu saja yang kami harapkan," ucapnya.
Senada dengan itu, Bukron, pedagang jagung rebus asal Desa Karang Bongkot juga mengaku awalnya dia biasa berjualan di pinggir jalan sekitar Bundaran GMS. Tepatnya depan Kantor Perpustakaan Daerah. Namun jalan ini kini selalui dijaga Satpol PP dan petugas Dinas Perhubungan Lobar setiap sore hingga petang.
"Katanya sudah nggak boleh lagi jualan di sana. Makanya bingung juga kita mau jualan dimana," ungkapnya.
Bukron berharap Pemkab Lobar membantu pedagang keliling agar bisa berjualan di lokasi keramaian. Karena keluarga mereka menggantungkan harapan agar bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha menyampaikan saat ini Pemkab Lobar sedang melakukan penataan.
"Untuk pedagang keliling sedang disiapkan. Karena di jalan Bundaran GMS untuk pedagang maupun tempat parkir tidak boleh di sana," paparnya. Untuk kendaraan nantinya akan parkir di halaman Kantor Dinas Dukcapil dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Lombok Barat.
Sementara pedagang keliling atau PKL disiapkan area khusus bagi mereka. "Pak bupati sudah punya perencanaan pembebasan lahan belakang plaza. Nanti itu aka ditata dan diperluas untuk pelaku kuliner," ujar Wabup.
Editor : Jelo Sangaji