LombokPost - Pariwisata Senggigi kini tengah bersiap merebut kembali masa kejayaannya sebagai destinasi wisata utama di Pulau Lombok.
Melalui transformasi besar-besaran pada infrastruktur Dermaga Senggigi, Pemkab Lobar secara resmi memperkuat konektivitas laut yang menghubungkan Bali dan Lombok secara langsung dengan pembangunan dermaga yang sudah mulai dioperasikan.
"Alhamdulillah dari hasil ujicoba operasi dan posisi kemarin pada saat uji itu sedang ombak besar. Tapi hasilnya masih bagus. Jadi tidak ada hal-hal yang prinsipil yang kurang," ujar Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini.
Rangkaian uji kelayakan teknis yang ketat dilakukan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bangsal.
Menariknya, pengujian tersebut dilakukan justru pada saat kondisi alam sedang tidak bersahabat dengan ombak yang cukup tinggi.
Hasilnya, infrastruktur baru ini terbukti memiliki ketangguhan yang mumpuni untuk melayani aktivitas pelayaran secara aman.
Bupati menyampaikan rasa optimisme yang tinggi terhadap hasil pengujian tersebut. Menurutnya, ketahanan dermaga dalam menghadapi cuaca ekstrem menjadi parameter utama keselamatan wisatawan ke depannya.
"Hasil positif ini menjadi pondasi krusial bagi Pemda untuk melangkah ke tahap pengembangan berikutnya. Memastikan kenyamanan bagi kapal-kapal cepat (fast boat) yang akan bersandar secara rutin setiap harinya," jelas bupati.
Potensi strategis Senggigi sebagai pintu masuk utama wisatawan mancanegara dari Bali kini mulai direspons serius oleh para operator transportasi laut.
Salah satu pemain besar dalam industri ini, Eka Jaya, telah menyatakan komitmennya untuk meningkatkan frekuensi penyeberangan secara signifikan mulai akhir Januari 2026.
Langkah ini diharapkan mampu memecah konsentrasi arus wisatawan yang selama ini cenderung menumpuk di rute Tiga Gili dan Pelabuhan Bangsal.
Pemerintah memprediksi akan terjadi lonjakan aktivitas yang cukup masif di dermaga tersebut dalam waktu dekat.
Bupati LAZ, sapaannya menjelaskan bahwa penambahan armada sudah berada di depan mata.
"Eka Jaya juga akan menambah rit dari tiga rit saat ini menjadi enam rit. Masih ada empat kapal lagi yang mau masuk," ungkapnya.
Dengan masuknya berbagai operator baru, pilihan transportasi bagi pelancong akan semakin beragam.
Hal ini secara otomatis akan menciptakan iklim kompetisi yang sehat, meningkatkan kualitas layanan, serta menurunkan hambatan logistik menuju destinasi-destinasi unggulan di Lobar.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lobar MHendrayadi menegaskan bahwa struktur dermaga saat ini mampu menampung beban operasional kapal penumpang dengan kapasitas di bawah 500 GT.
Perubahan paling signifikan terlihat pada penambahan kapasitas sandar yang kini jauh lebih fleksibel.
"Alhamdulillah, setelah dilakukan uji sandar dari KUPP, sudah dinyatakan bahwa Dermaga Senggigi dengan dermaga yang baru dibangun tahun 2025 itu layak untuk disandari dengan kapasitas kapal di bawah 500 GT," jelas Hendra.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa efisiensi layanan akan meningkat drastis berkat adanya tiga titik sandar baru.
Hal ini menjadi solusi atas keluhan para operator kapal di masa lalu terkait antrean panjang di perairan.
"Dengan adanya rekomendasi ini, memungkinkan di Dermaga Senggigi bisa berlabuh dua kapal atau lebih secara bersamaan karena kita punya tiga tempat sandar sekarang," tambahnya.
Visi besar menjadikan Senggigi sebagai urat nadi wisata bahari tidak berhenti pada pembangunan fisik saja.
Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berencana melakukan audiensi khusus dengan Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan status Pelabuhan Senggigi.
Peningkatan status ini dianggap krusial agar kawasan tersebut mendapatkan perhatian dan dukungan anggaran yang lebih masif dari pemerintah pusat di masa mendatang.
Meskipun infrastruktur telah dinyatakan siap 100 persen, otoritas pelabuhan tetap memberikan catatan penting terkait faktor alam.
Kepala Kantor UPP Kelas II Pemenang I Made Oka mengingatkan bahwa keselamatan nyawa penumpang tetap menjadi prioritas tertinggi di atas target operasional manapun.
Mengingat kondisi cuaca yang terkadang ekstrem di perairan NTB, pihaknya tetap melakukan pengawasan ketat terhadap jadwal keberangkatan.
"Mengingat cuaca yang masih ekstrem seperti sekarang, kita masih menunda dulu sampai cuaca memungkinkan. Sejak dua hari lalu, penyeberangan dari Bali ke Lombok, terutama lewat kapal cepat, kita tunda demi keamanan," jelas I Made Oka.
Ia juga menambahkan bahwa distribusi arus penumpang ke Senggigi akan memberikan alternatif yang lebih nyaman bagi pelancong, sekaligus mengurangi beban penumpukan penumpang di Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air.
Editor : Kimda Farida