LombokPost - Pemkab Lombok Barat (Lobar) menunjukkan komitmen serius memberdayakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Menggandeng jaringan ritel modern Alfamart sebagai mitra strategis, pemkab membantu memperluas pemasaran produk UMKM.
Kerja sama ini membuka peluang besar bagi pelaku UMKM agar produknya dapat masuk dan bersaing di gerai ritel modern yang selama ini dikenal selektif.
"Kami ingin membukakan pintu selebar-lebarnya agar UMKM Lombok Barat bisa naik kelas dan produknya mampu bersaing di pasar modern," ujar Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini saat peluncuran Produk UMKM Lokal di Alfamart Labuapi, Kamis (5/2).
Bupati LAZ, sapaannya menegaskan kolaborasi tersebut merupakan langkah nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, kehadiran produk UMKM lokal di jaringan ritel nasional menjadi momentum penting yang sudah lama dinantikan pelaku usaha di Lombok Barat.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa peluang besar tersebut harus diimbangi dengan kesiapan pelaku UMKM. Standar ritel modern menuntut kualitas produk yang konsisten, kemasan yang menarik, serta kesinambungan suplai untuk menjaga keberlanjutannya.
"Kalau keberlanjutan ini tergantung produk. Pasarnya sudah ada. Tapi produknya harus siap. Kualitas harus terjaga, kemasan menarik, dan produksi tidak boleh terputus," tegasnya.
Pemkab Lombok Barat menargetkan produk UMKM lokal tidak hanya hadir di beberapa gerai, tetapi dapat tersebar di seluruh jaringan Alfamart di wilayah Lombok Barat. Bahkan, pemerintah daerah memiliki visi jangka panjang menumbuhkan UMKM baru di setiap desa sebagai penggerak ekonomi sekaligus pencipta lapangan kerja.
"Saya berharap di setiap desa lahir UMKM baru. Dari sanalah lapangan kerja tercipta dan ekonomi masyarakat bergerak," imbuhnya.
Corporate Communication Alfamart Cabang Lombok Mahman menyatakan kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan mendukung produk lokal agar masuk dalam ekosistem ritel modern. Ia menegaskan produk UMKM ditempatkan di lokasi strategis tanpa dipungut biaya.
"Produk UMKM kami tempatkan di gondola paling depan dan tidak dikenakan biaya penataan," jelasnya.
Secara regulasi, Alfamart mengalokasikan 30 persen ruang rak untuk produk UMKM. Namun, Mahman mengakui pihaknya justru membutuhkan pasokan produk lokal yang berkualitas dan berkelanjutan.
Ia menambahkan, persyaratan produk UMKM pada dasarnya sama dengan produk nasional, meliputi kemasan, kontinuitas suplai, serta legalitas seperti PIRT, BPOM, dan sertifikasi halal. Jika suplai stabil dan kualitas terjaga, menurutnya peluang produk UMKM Lombok Barat untuk dipasarkan ke seluruh NTB sangat terbuka.
Editor : Redaksi Lombok Post