LombokPost – Menghadapi dinamika ekonomi dan pariwisata yang kian menantang, PT Graha Senggigi terus mematangkan strategi untuk memperkuat unit usahanya di kawasan Senggigi, Lombok Barat.
Dalam rapat kerja evaluasi dan rencana kerja tahun 2026, perusahaan menetapkan target pertumbuhan sebesar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur Utama PT Dharma Lautan Utama, Erwin H. Poedjono mengungkapkan, inovasi dan kreativitas yang kompetitif menjadi kunci utama perusahaan dalam menavigasi situasi ekonomi pasca perubahan kebijakan pemerintah serta fluktuasi ekonomi global yang sempat berdampak pada tahun 2025.
"Intinya kita mengevaluasi banyak hal yang perlu diantisipasi pada tahun 2025 yang lalu, di mana terjadi sedikit penurunan dibanding 2024 akibat situasi ekonomi domestik dan kebijakan baru. Namun, tren positif sudah terlihat di triwulan akhir, mulai Oktober hingga Desember," ujar Erwin kepada wartawan, Jumat (9/2).
Salah satu terobosan besar yang disiapkan PT Graha Senggigi untuk tahun 2026 adalah pengoperasian gedung serbaguna di Aruna Senggigi Resort & Convention yang diberi nama Mandura Multi-Function. Gedung ini merupakan hasil renovasi dari fasilitas yang sebelumnya dikenal sebagai Restoran Naga.
Erwin menjelaskan bahwa fasilitas ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan beragam segmen pasar, mulai dari wisatawan hingga masyarakat lokal NTB. "Gedung ini bisa digunakan untuk segala macam kegiatan, seperti pertemuan (meeting), ulang tahun, pertunjukan seni, hingga arisan. Ini adalah bentuk pelayanan tambahan bagi masyarakat di sekitar Senggigi," imbuhnya.
DluBaca Juga: PT DLU Cabang Lembar Siap Melayani Penumpang Saat New Normal Diberlakukan
Gedung Mandura tersebut direncanakan mulai beroperasi penuh bertepatan dengan momentum Tahun Baru Imlek mendatang dan diharapkan menjadi magnet baru bagi pertumbuhan ekonomi di lingkar pariwisata Senggigi.
Tak hanya fasilitas indoor, PT Graha Senggigi juga fokus pada penataan area pesisir melalui renovasi Beachfront yang ditargetkan rampung pada Maret 2026. Penataan ini bertujuan memberikan suasana yang lebih segar dan nyaman bagi wisatawan yang ingin menikmati matahari terbenam (sunset) di Pantai Senggigi.
Untuk menambah daya tarik, Erwin menekankan pentingnya diversifikasi produk wisata bahari. Selain fasilitas jet ski yang sudah ada, DLU berencana menambah wahana permainan anak serta memperkaya variasi kuliner di sepanjang area pantai.
"Kita dituntut untuk lebih optimis dan kreatif. Jika dulu pasar kita sangat bergantung pada kegiatan pemerintah (government event), sekarang kita harus melihat bahwa pasar itu luas. Kita akan memberikan perlakuan (treatment) yang berbeda-beda untuk tiap segmen pasar yang selama ini mungkin belum tergarap maksimal," tegas Erwin.
Dengan berbagai pembenahan infrastruktur dan strategi pemasaran yang lebih presisi, Erwin optimistis wajah baru Senggigi di bawah pengelolaan unit usaha DLU akan mampu bersaing dan kembali menjadi primadona pariwisata di Pulau Lombok.
Hal senada diungkapkan General n Manager Aruna Resort & Convention Senggigi mengatakan saat ini pihaknya tidak terlalu tergantung dengan satu market. Menyusul, efisiensi masih berlanjut di 2026.
"Kami melihat adanya Multi-Function serta Beachfront nanti adalah untuk menambah semangat dan komitmen kami untuk menambah tingkat hunian serta okupansi," ucapnya.
Beachfront Aruna Senggigi rencabanya nanti akan digunakan untuk acara Rakernas IHGMA.
"Jadi seluruh GM hotel tingkat nasional pada tanggal 15 sampai 18 April akan ke sini yang closing dinner-nya akan di depan di Beachfront," paparnya.
Ini juga menjadi salah satu mungkin percobaan event pertama yang besar.
Disponsori oleh salah satu Deputi Kementerian Pariwisata Bidang Pemasaran. Ini menjadi salah satu agenda nasional yang bisa ditarik ke Senggigi.
"Di Bulan Juli akan ada meeting atau kegiatan dokter bedah IKNAS untuk ASEAN. Jadi ini juga salah satu cara kita untuk bisa meningkatkan tingkat hunian. Pastinya akan berdampak ke Senggigi," yakinnya.
Editor : Marthadi