Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tak Boleh Lagi Ada Menu MBG Asal-asalan Semua Ahli Gizi Dapur MBG se-Lobar Dikumpulkan

Hamdani Wathoni • Rabu, 11 Februari 2026 | 08:28 WIB
KOORDINASI: Semua ahli gizi yang ada di Lombok Barat menggelar rapat koordinasi dengan ahli gizi SPPG se-Lobar di Narmada, Selasa (10/2).
KOORDINASI: Semua ahli gizi yang ada di Lombok Barat menggelar rapat koordinasi dengan ahli gizi SPPG se-Lobar di Narmada, Selasa (10/2).

LombokPost - Perbaikan kualitas menu makan bergizi gratis (MBG) terus dilakukan oleh Pemkab Lombok Barat (Lobar). Menyusul banyaknya keluhan dan persoalan yang muncul seiring berjalannya program MBG selama ini.

"Jadi kami menginisiasi pertemuan ini secara swadaya dari mitra SPPG menghadirkan Satgas MBG dari Pemda Lobar, BPOM dan pihak Korwil,” jelas koordinator mitra SPPG Lobar Zaenudin kepada Lombok Post, Selasa (10/2).

Pertemuan ini sebagai penguatan SPPG agar menu yang dihasilkan nanti lebih berkualitas dan tidak dikeluhkan penerima manfaat. Baik anak sekolah, balita, ibu menyusui dan ibu hamil. "Kita ingin mencegah jangan sampail muncul lagi nanti ada berita menu MBG yang tidak berkualitas, tidak bagus diterima sehingga SPPG dapat peringatan atau SP," ucap Haji Jen, sapaannya karibnya.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Lombok Barat selaku Satgas Koordinasi MBG di Kabupaten Lombok Barat Saepul Akhkam mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya ini sebagai upaya menjaga kualitas dari menu MBG setiap harinya.

"Alhamdulillah hasil koordinasi kami dengan Koordinator Wilayah MBG, belum ada SPPG di Lombok Barat yang mendapat Surat Peringatan lagi," ujar Akhkam, sapaannya. Hal tersebut diungkapnya setelah isu banyak SPPG di NTB yang mendapat SP 1 oleh Satgas MBG Provinsi NTB.

"Setelah kejadian keracunan dulu itu, walaupun ada teguran, masih sifatnya umum pembinaan untuk meningkatkan kualitas dapur. Misalnya ruangan dapur yang belum sesuai dengan standar BGN. Kalau pun harus di tindak lanjut, kami harapkan segera jika betul ada SPPG yang ditegur," imbuhnya.

Akhkam malah minta agar SPPG tetap fokus dengan soal gizi di MBG. Itu mengapa semua ahli gizi di dapur-dapur SPPG diminta lebih fokus terhadap menu makanan. "Untuk itu kami menghadirkan rakor ini di mana Dinas Kesehatan PPKB Lombok Barat dan BBPOM Mataram menjadi narasumber. Kita ingin menu makanan tidak hanya cukup dalam gizi, namun dinikmati dengan lahap oleh sasaran", tegasnya.

Kegiatan rakor ini disambut positif oleh Gusti Ayu Kade Widya Diastini selaku Koordinator Wilayah MBG Kabupaten Lombok. "Biarpun secara profesional mereka (ahli gizi, red) sudah terdidik, kegiatan ini minimal menyegarkan ingatan mereka dalam memilih menu yang proporsional dan sesuai dengan angka kecukupan gizi seperti dalam Juknis," katanya.

Menurutnya, para ahli gizi jangan hanya memperhatikan nilai gizi pada penerima manfaat, tetapi perlu juga memperhatikan keamanan pangan yang dilihat dari bahan baku dengan kualitas yang bagus sehingga penerima manfaat dapat mengkonsumsi makanan tersebut dengan lahap.

Termasuk dalam memilih vendor yang menjual makanan olahan. "Kami berharap semua ahli gizi mematuhi aturan baku dalam memilih bahan makanan. Jangan sembarang mengiyakan bahan baku yang tidak layak. Minimal cek kadaluarsanya," ujarnya.

Kegiatan rakor ini diikuti oleh 95 ahli gizi dari 98 SPPG yang ada. Kegiatan ini sempat dibuka oleh Wakil Bupati Nurul Adha dan dihadiri oleh narasumber dari BBPOM Mataram Sri Dewi Puspita, Wine Frida Dwipurwani dari Dinas Kesehatan PPKB Lombok Barat, dan Gusti Ayu Kade Widya Diastini selaku Koordinator Wilayah.

Editor : Akbar Sirinawa
#SPPG #Lombok Barat #Mbg #ahli gizi