LombokPost – Kondisi infrastruktur jalan yang menghubungkan sejumlah dusun dan desa di Desa Dopang menuju Desa Mambalan, Kecamatan Gunungsari rusak parah. Jalan kabupaten yang menjadi nadi perekonomian warga tersebut nyaris terputus akibat abrasi serta cuaca ekstrem yang melanda wilayah setempat beberapa waktu lalu.
Kepala Desa Dopang Harun Nurrasyid mengonfirmasi bahwa tim dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Lombok Barat telah turun langsung ke lokasi untuk meninjau kerusakan tersebut. Kedatangan tim teknis ini menjadi angin segar bagi warga yang selama ini mengeluhkan sulitnya akses transportasi.
"Alhamdulillah, kemarin pihak PUPR Kabupaten sudah turun langsung mengecek kondisi di lapangan. Saat ini kami sedang menunggu regulasi untuk penganggaran perbaikannya," ujar Harun saat dikonfirmasi Lombok Post, Jumat (13/2).
Harun menjelaskan, kerusakan jalan ini sebenarnya merupakan dampak panjang dari rentetan bencana alam. Akar masalah dimulai sejak gempa bumi tahun 2018 yang menyisakan retakan pada badan jalan. Kondisi tersebut diperparah oleh cuaca ekstrem dalam beberapa tahun terakhir.
"Awalnya memang sudah ada retakan sejak gempa dulu. Kemudian ditambah hujan lebat yang terus-menerus, apalagi aliran air dari atas Bukit Korea itu sangat besar. Karena struktur tanahnya berpasir, bagian bawah jalan terus tergerus hingga akhirnya putus total," jelasnya.
Putusnya jalan ini berdampak signifikan pada mobilitas warga di beberapa wilayah. Jalur ini merupakan akses utama bagi masyarakat dari Dusun Dopang Selatan menuju Mambalan, Batu Riti, Jeringo, Gelangsar, Penimbung, hingga Bukit Tinggi. Tak hanya itu, jalan ini juga menjadi jalur alternatif strategis menuju Pasar Sayang-Sayang di Kota Mataram dan wilayah Cakranegara.
Terkait besaran anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan permanen, Harun menyebut pihak dinas masih melakukan kalkulasi teknis. "Kemarin sempat saya tanyakan estimasi biayanya, tapi dari pihak PUPR, dalam hal ini Pak Lan, menyampaikan bahwa angka pastinya masih dihitung dan disusun dalam biaya belanja," tambahnya.
Pemerintah Desa Dopang berharap proses administrasi dan penyusunan anggaran di tingkat kabupaten bisa dipercepat agar pengerjaan fisik dapat segera dilakukan sebelum kerusakan semakin meluas. "Harapan kami tentu segera terealisasi, karena ini menyangkut akses ekonomi dan aktivitas harian ribuan warga kami," pungkas Harun.
Editor : Redaksi Lombok Post