LombokPost – Arus sungai yang deras akibat hujan lebat membuat jembatan penghubung di Desa Sekotong Timur, Kecamatan Lembar, ambruk, Minggu (22/2). Struktur abutment atau kepala jembatan terkikis hingga pondasinya tergerus dan tidak mampu menahan beban debit air.
“Itu kan penyebabnya abutment jembatan terkikis karena derasnya arus air sungai. Banjir sampai ke atas sehingga pondasinya tergerus dan ambruk,” jelas Kepala Dinas PUPR-PKP Lombok Barat Lalu Ratnawi kepada Lombok Post.
Dia menjelaskan, posisi alur sungai yang menikung tajam ke arah jembatan memperparah kondisi. Arus air langsung menghantam bagian abutment sehingga terjadi pengikisan.
Secara teknis, perbaikan tidak hanya menyasar badan jembatan, tetapi juga penguatan struktur sungai. Dinas PUPR-PKP akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) karena kewenangan sungai berada di bawah pemerintah pusat. Dibutuhkan pemasangan bronjong di kiri dan kanan alur sungai sepanjang kurang lebih 200 meter untuk mengamankan abutment dari terjangan arus.
“Jalur sungainya menikung tajam ke arah jembatan. Jadi ‘nembaknya’ langsung ke abutment. Kalau tidak dipasang bronjong, risiko tergerus tetap ada,” terang Ratnawi.
Alat berat juga telah diperintahkan turun ke lokasi untuk melakukan normalisasi aliran sungai. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi tekanan debit air pada struktur jembatan yang akan dibangun kembali.
Jembatan tersebut merupakan akses utama penghubung wilayah perbatasan Desa Mareje dan Sekotong Timur. Putusnya jembatan membuat ratusan warga terisolasi. Aktivitas ekonomi, akses ke pasar, fasilitas kesehatan, hingga tempat ibadah terganggu, terlebih saat memasuki bulan Ramadan.
Kepala Desa Sekotong Timur H Marwan mengatakan, hujan deras yang mengguyur sejak malam hingga pagi menyebabkan abrasi pada dinding sungai. Aliran air yang kuat meruntuhkan struktur utama jembatan.
“Warga kami benar-benar kesulitan. Akses ke pasar untuk kebutuhan pokok, ke puskesmas, dan ke masjid praktis terputus,” ujarnya di hadapan Bupati Lombok Barat yang terjun langsung meninjau kondisi jembatan.
Mendapat laporan tersebut, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (LAZ) berdiskusi dengan jajaran teknis Dinas PUPR-PKP serta perangkat desa.
Dalam kondisi darurat, LAZ menegaskan birokrasi tidak boleh menghambat pelayanan masyarakat. Ia menginstruksikan agar segera dibuat jembatan darurat berbasis gotong royong.
“Saya minta Pak Kades dan masyarakat segera tebang pohon kelapa. Hari ini dikerjakan. Besok pagi minimal motor sudah bisa lewat. Mobilitas warga tidak boleh berhenti,” tegasnya.
Baca Juga: Bupati Lotim Minta Program 2027 Tepat Sasaran, Jembatan Putus Jadi Prioritas
Selain penanganan darurat, pemerintah daerah juga menyiapkan solusi permanen. LAZ memastikan perbaikan jembatan dilakukan tahun ini melalui skema pergeseran anggaran dan dukungan Belanja Tidak Terduga (BTT). Penanganan tersebut akan disinergikan dengan proyek pengaspalan (hotmix) ruas Mareje–Gampang sepanjang sekitar tiga kilometer yang memang telah masuk program tahun ini.
Di sela peninjauan, LAZ juga membawa kabar baik terkait infrastruktur jalan di wilayah tersebut. Ia memastikan ruas jalan penghubung yang terdampak telah masuk daftar prioritas pembangunan tahun ini dan akan segera diaspal.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Jalan ini sudah masuk anggaran untuk diaspal. Ke depan akses transportasi di sini bukan hanya pulih, tapi lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.
Editor : Marthadi