Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Berkunjung ke Giri Menang Park 'Nganteh Bebuke',  Ada Aneka Dagang Menu Berbuka hingga Pertunjukan Seni Islami

Hamdani Wathoni • Senin, 23 Februari 2026 | 10:46 WIB

RAMAI: Acara Nganteh Bebuke di depan Alun-alun Giri Menang Park ramai diserbu warga sejak dimulai Jumat (20/2) pekan lalu.
RAMAI: Acara Nganteh Bebuke di depan Alun-alun Giri Menang Park ramai diserbu warga sejak dimulai Jumat (20/2) pekan lalu.

LombokPost - Bulan Ramadan tahun ini, ada yang baru di Lombok Barat. Namanya Pesona Ramadan Nganteh Bebuke yang digelar di depan Alun-alun Giri Menang Park.

Langit senja perlahan merona jingga di atas Giri Menang Park. Angin sore berembus lembut menyapu deretan lapak UMKM yang berjajar rapi di ruas Jalan Soekarno–Hatta, tepat di depan Kantor Bupati Lombok Barat.

Aroma kolak pisang, sate bulayak, hingga aneka gorengan hangat berkelindan di udara, menggoda siapa saja yang melintas untuk berhenti sejenak.

Sejak Jumat (20/2) sore pekan lalu, kawasan yang biasanya menjadi pusat aktivitas pemerintahan berubah menjadi tempat berburu kuliner. Warga tumpah ruah.

Mereka datang ngabuburit sambil berburu menu berbuka puasa dalam gelaran Pesona Ramadan 'Ngantih Bebuke'.

Suasana di pelataran Khazanah Ramadan terasa berbeda. Bukan sekadar rutinitas menanti bedug magrib. Ada nuansa kebersamaan yang terasa kental.

Anak-anak berlarian kecil di antara kerumunan, remaja berswafoto dengan latar panggung sederhana, sementara para orang tua sibuk menenteng kantong belanja berisi takjil.

Kegiatan itu resmi dibuka Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini bersama Wakil Bupati Nurul Adha.

Momen tersebut terasa istimewa karena bertepatan dengan satu tahun kepemimpinan pasangan LAZ-ADHA.

Dalam sambutannya, Lalu Ahmad Zaini menegaskan bahwa pembangunan bukan semata soal infrastruktur fisik.

"Ngantih Bebuke ini adalah ruang kita bersama. Di sini kita tidak hanya mencari takjil, tetapi merajut asa. Kita pastikan ekonomi keluarga di Lombok Barat terus tumbuh di tengah keberkahan Ramadan," ujarnya.

Usai seremoni pembukaan, suasana berubah cair.

Bupati dan wakil bupati menyusuri satu per satu lapak pedagang.

Mereka berhenti di beberapa gerai, berbincang hangat dengan penjual jajanan khas Sasak.

Sesekali terdengar tawa ketika candaan ringan terlontar.

Bahkan bupati dan wabup tak lupa memborong dagangan warga. Dari tangan para pedagang kecil itulah denyut ekonomi rakyat terasa nyata.

Ada yang menjajakan es buah warna-warni, ada pula yang menawarkan kue tradisional dengan tampilan sederhana namun menggugah selera. Transaksi demi transaksi terjadi cepat.

Uang berpindah tangan, harapan pun ikut mengalir. Ifa, salah seorang pengunjung, mengaku senang dengan adanya pusat ngabuburit tersebut.

"Sekarang ada tempat berburu menu berbuka yang jelas. Ramai, tapi tertib. Jadi seru," katanya sembari menunjukkan kantong belanjaannya yang hampir penuh.

Tak hanya soal kuliner. Setiap hari, panggung kecil di sudut pelataran menampilkan pertunjukan seni Islami.

Tabuhan hadrah menggema bersahut-sahutan menjelang azan magrib. Sore itu, siswa-siswi dari SDIT Alamul Huda tampil penuh percaya diri, disusul penampilan pelajar SMPN 1 Gerung.

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga Agus Gunawan menyebut kegiatan ini memang dirancang sebagai ruang alternatif bagi warga untuk mengisi waktu menjelang berbuka.

"Supaya masyarakat punya tujuan tempat ngabuburit.

Sekaligus mendorong UMKM dan memberi ruang anak-anak tampil di depan umum," jelasnya.

Selama sebulan penuh, 'Ngantih Bebuke' diprediksi menjadi magnet wisata kuliner sore hari di pusat kabupaten.

Deretan tenda sederhana itu bukan sekadar tempat berjualan. Ia menjelma ruang pertemuan harapan antara pemerintah, pelaku usaha kecil, dan masyarakat. (*)

Editor : Kimda Farida
#ramadan #Giri Menang #Lombok Barat #park #alun-alun