LombokPost – Konektivitas laut di Dermaga Senggigi, Lombok Barat, menunjukkan tren positif sejak dioperasikan awal tahun ini. Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Lombok Barat, M Hendrayadi mengungkapkan adanya peningkatan frekuensi kunjungan kapal cepat (fast boat) yang cukup tajam di pelabuhan tersebut.
"Fekuensi pelayaran yang sebelumnya hanya melayani tiga trip telah meningkat menjadi enam trip," jelasnya.
Bahkan Hendrayadi memprediksi angka ini akan terus bertambah seiring dengan masuknya operator kapal baru. Saat ini, penyeberangan kapal cepat di Dermaga Senggigi masih didominasi oleh satu perusahaan yaitu Eka Jaya, namun akan ada tambahan dari perusahaan lain seperti Semaya dan Wahana.
Peningkatan jumlah armada ini bertujuan untuk memperkuat rute segitiga emas pariwisata yang menghubungkan Bali, Senggigi, dan Gili. Dengan masuknya empat perusahaan kapal cepat, mobilitas wisatawan mancanegara maupun domestik diharapkan semakin lancar.
Terkait kesiapan infrastruktur, Hendrayadi menegaskan bahwa Dermaga Senggigi saat ini memiliki kapasitas yang mumpuni. Dermaga tersebut mampu menampung kapal dengan bobot maksimal 500 GT. Secara teknis, dermaga ini juga dapat digunakan untuk sandar tiga kapal secara paralel dalam waktu bersamaan.
"Durasi bongkar muat kita maksimalkan hanya 50 menit untuk menjaga ritme arus penumpang. Untuk kapasitas total, itu sangat bergantung pada kapasitas masing-masing kapal yang sandar," tambahnya.
Selain fokus pada kapal cepat pariwisata, Dinas Perhubungan Lombok Barat juga tengah menjajaki peluang baru untuk menyambut momen Lebaran. Hendrayadi mengungkapkan adanya permohonan pembukaan rute mudik langsung dari Banyuwangi menuju Senggigi.
"Memang ada yang mengajukan rute dari Banyuwangi. Saat ini saya sedang berkoordinasi dengan KSOP. Jika diizinkan dan kondisi dermaga memungkinkan untuk kapal tersebut bersandar, insyaallah akan kita fasilitasi," terangnya.
Hendrayadi juga memaparkan rencana jangka panjang untuk meningkatkan kenyamanan penumpang. Ia menargetkan pada tahun 2026 akan dilakukan penataan ulang pada ruang tunggu penumpang agar tampil lebih representatif dan modern. Hal ini dilakukan guna memperkuat citra Senggigi sebagai gerbang utama pariwisata di Lombok Barat.
Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini sebelumnya menyampaikan jika pembangunan dermaga ini diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke Lombok Barat.
"Muaranya adalah bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan mampu menghidupkan ekonomi masyarakat. Kita berharap kehadiran Dermaga Senggigi bisa dioptimalkan," pintanya. Dermaga Senggigi dibangun 2025 lalu dengan anggaran Rp 11,2 miliar.
Editor : Redaksi Lombok Post