LombokPost – Kenyamanan masyarakat menjalankan ibadah di Bulan Suci Ramadan menjadi perhatian serius jajaran Polres Lombok Barat. Respons cepat dilakukan personel Polsek Batulayar saat menerima laporan dugaan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di jalur wisata Senggigi, Minggu dini hari (1/3).
Laporan tersebut masuk melalui layanan darurat 110 sekitar pukul 03.50 WITA. Informasi dari warga menyebutkan adanya sekelompok pemuda yang diduga membawa senjata tajam (sajam) dan berpotensi terlibat aksi penyerangan di Jalan Raya Senggigi, tepatnya di depan Toko Oleh-oleh Sasaku, Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar.
"Waktu kejadian yang bertepatan dengan aktivitas masyarakat menjelang sahur membuat aparat bergerak cepat. Situasi dini hari di kawasan wisata yang relatif lengang dinilai rawan jika tidak segera diantisipasi," jelas Kapolsek Batulayar AKP I Putu Krisna Varananda.
Pihaknya mengaku menerima informasi adanya indikasi kerumunan pemuda yang diduga membawa senjata tajam dan meresahkan warga di kawasan Senteluk. Menindaklanjuti laporan itu, personel langsung bergerak melakukan pengecekan tempat kejadian perkara untuk memastikan situasi sebenarnya.
Setibanya di lokasi, petugas melakukan penyisiran dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk pelapor. Pemeriksaan badan dan kendaraan terhadap para pemuda yang berada di lokasi juga dilakukan untuk memastikan tidak ada barang berbahaya.
Dari hasil pengecekan, polisi tidak menemukan adanya senjata tajam seperti yang dilaporkan. Situasi di lapangan pun telah kondusif. Sejumlah pemuda yang berada di lokasi diketahui hanya berkumpul usai melaksanakan sahur bersama. "Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, tidak ditemukan adanya senjata tajam. Mereka hanya berkumpul setelah sahur," paparnya.
Meski demikian, pihak kepolisian mengaku tetap memberikan imbauan secara persuasif agar tidak melakukan tindakan yang dapat memicu keresahan warga. Selain melakukan pengecekan, petugas juga berdialog dengan para pemuda. Polisi mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban serta menghormati kekhusyukan ibadah Ramadan.
"Pendekatan persuasif ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif generasi muda agar tidak mudah terprovokasi," jelasnya. Pihak kepolisian juga mengimbau para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak-anaknya, terutama pada jam-jam rawan selepas salat tarawih hingga waktu subuh.
Sinergi antara masyarakat, tokoh agama, dan aparat penegak hukum menjadi kunci menjaga wilayah tetap aman dan kondusif. Hingga kegiatan pengecekan berakhir, situasi di sepanjang Jalan Raya Senggigi dan Desa Senteluk dilaporkan aman, lancar, dan terkendali.
Polsek Batulayar memastikan patroli rutin akan terus ditingkatkan, terutama di titik-titik rawan dan kawasan wisata, guna menjamin kenyamanan warga dan wisatawan selama bulan suci Ramadan.
Editor : Marthadi