LombokPost - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kota Surakarta, Jawa Tengah menyisakan cerita di Desa Giri Tembesi, Kecamatan Gerung Lombok Barat. Lewat sejumlah programnya, masyarakat desa merasakan manfaat dari karya para mahasiswa tersebut.
Sejak para mahasiswa ini tiba di Desa Giri Tembesi, warga desa sudah menyambut suka cita kedatangan mereka. Kehadiran para mahasiswa di dataran perbukitan Kabupaten Lombok Barat ini diyakini akan membawa secerah harapan untuk kemajuan desa.
Benar saja, dua program inovatif bertajuk HUJANTARA (Hujan untuk Ketahanan Air Nusantara) dan pembangunan incinerator di Desa Giri Tembesi. Program ini dirancang sebagai solusi aplikatif terhadap persoalan ketahanan air dan pengelolaan sampah di tingkat desa.
Program Hujantara diwujudkan melalui pembuatan serta pemasangan alat penampung air hujan di lingkungan SD Negeri 2 Giri Tembesi. ”Air hujan yang ditampung dimanfaatkan untuk kebutuhan wudhu dan mencuci, sehingga mampu mengurangi ketergantungan terhadap sumber air utama, terutama saat musim kemarau. Inisiatif ini hadir sebagai respons kami terhadap Desa Giri Tembesi yang minim air,” ujar Ketua KKN UNS 178 Abraham Wira Cendekia.
Dia menjelaskan, program ini dirancang berdasarkan kebutuhan riil masyarakat. ”Kami melihat bahwa air sering mati dan mengganggu aktivitas, termasuk di sekolah. Hujantara menjadi langkah preventif agar sekolah memiliki sumber air cadangan yang dapat dimanfaatkan sewaktu-waktu,” ujarnya.
Selain program ketahanan air, KKN UNS 178 juga membangun incinerator di SD Negeri 2 Giri Tembesi untuk membantu pengolahan sampah. Fasilitas ini digunakan untuk mengelola sampah kering dengan sistem pembakaran yang lebih efisien dan minim asap dibandingkan metode pembakaran terbuka. Keberadaan incinerator diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih bersih dan sehat.
Kepala Desa Giri Tembesi Naharuddin mengapresiasi langkah konkret mahasiswa KKN. ”Air yang sering mati memang menjadi kendala di desa kami. Program Hujantara sangat membantu sebagai alternatif cadangan air, sementara incinerator mendukung pengelolaan sampah yang lebih tertib di sekolah. Ini menjadi contoh baik bagi masyarakat,” ungkapnya.
Pelaksanaan kedua program tersebut selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Hujantara mendukung SDG 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak serta SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim melalui pemanfaatan sumber daya air secara adaptif.
Pembangunan incinerator berkontribusi pada SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab serta SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Melalui Hujantara dan pembangunan incinerator, KKN UNS 178 berupaya menghadirkan solusi sederhana namun berdampak nyata bagi Desa Giri Tembesi. Program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan air, meningkatkan kesadaran lingkungan, serta mendorong terciptanya sekolah dan desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan. (*)
Editor : Redaksi Lombok Post