LombokPost - Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Lombok Barat (Lobar) di bawah komando Ayu Indra Rukmana Zaini terus bergerak masif di garda terdepan dalam upaya menekan angka stunting.
Melalui pendekatan edukasi pola asuh hingga pemanfaatan pekarangan rumah, PKK optimis bantuan pemerintah bagi anak berisiko stunting tepat sasaran.
"Setiap kami turun melakukan kunjungan ke Posyandu, kami selalu menggerakkan seluruh kader untuk memberikan edukasi mengenai pola asuh yang baik kepada masyarakat," ujar Ayu Indra kepada Lombok Post.
Istri orang nomor satu di Gumi Patut Patuh Patju ini menegaskan, bantuan susu PKMK (Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus) dari Pemda Lobar harus dimaksimalkan penggunaannya.
Ia tak ingin bantuan tersebut sia-sia tanpa didampingi edukasi pola asuh yang benar kepada orang tua.
Untuk memastikan program tersebut menyentuh akar rumput, Ayu Indra menggerakkan sedikitnya 5.000 kader PKK yang tersebar di seluruh pelosok Lombok Barat.
Ribuan kader ini menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam memantau kesehatan balita di setiap Posyandu.
Menurutnya, PKK memiliki keunggulan karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan riil warga.
Para kader tidak hanya mendata, tetapi juga menjadi pendamping bagi para ibu agar lebih melek gizi.
Selain fokus pada nutrisi instan, TP PKK Lobar juga meluncurkan program berkelanjutan berupa 'Gerakan Menanam Sayuran' di pekarangan rumah.
Program ini bertujuan agar setiap keluarga memiliki akses mandiri terhadap bahan pangan segar dan bergizi.
"Gerakan menanam sayuran ini tidak hanya untuk masyarakat umum, tetapi juga kita sasar hingga ke lingkungan sekolah. Ini merupakan upaya kolaboratif untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga," imbuhnya.
Strategi PKK Lobar dibagi secara sistematis melalui empat Kelompok Kerja (Pokja).
Pokja 1 fokus pada isu sosial seperti pernikahan usia dini yang menjadi salah satu pemicu stunting. Sementara Pokja 2 menangani urusan pendidikan dan sekolah.
Adapun urusan teknis gizi dikawal oleh Pokja 3 melalui menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT), serta Pokja 4 yang fokus pada penguatan kader Posyandu dan edukasi pola asuh.
"Di PKK, masing-masing Pokja berperan aktif. Kami turun langsung karena kami yang lebih tahu apa yang dibutuhkan masyarakat di bawah," pungkasnya optimis.
Dengan sinergi lintas sektor ini, diharapkan angka stunting di Lombok Barat terus mengalami tren penurunan yang signifikan.
Wakil Bupati Lobar Nurul Adha menyebut angka stunting saat ini masih di kisaran 5.000 balita.
Namun dari jumlah ini sekitar 1.400 balita usia 1-2 tahun sudah diintervensi dengan pemberian susu khusus.
"Kami juga bekerja sama dengan dokter spesialis anak untuk menangani stunting di Lobar. InsyaAllah sekarang kita keroyokan lintas sektor menangani stunting," ujar Wabup.
Editor : Kimda Farida