LombokPost – Anggota DPRD Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dari Daerah Pemilihan (Dapil) Gunungsari-Batulayar Muhammad Munip, melontarkan kritik sekaligus harapan besar terhadap arah kebijakan pembangunan daerah.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menekankan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat tidak hanya fokus pada pusat pemerintahan di Gerung, tetapi mulai "bergeser" secara nyata ke wilayah utara.
"Kami apresiasi penataan di ibu kota Gerung, sebagai masyarakat di wilayah utara berharap, setelah pembangunan dilaksanakan di ibu kota (Gerung), kemudian segera bergeser ke wilayah utara. Harus bergegas, agar pembangunan itu sifatnya merata," tegas Munip kepada Lombok Post.
Menurut Munip, masyarakat di wilayah Gunungsari dan Batulayar menantikan dampak langsung dari proyek-proyek strategis daerah.
Ia berharap ritme pembangunan segera dipercepat agar asas pemerataan bisa dirasakan seluruh lapisan masyarakat, tanpa ada ketimpangan antarwilayah.
Dibalik tuntutan pemerataan infrastruktur, Munip menyoroti satu persoalan yang dinilai sudah masuk tahap darurat yakni pengelolaan sampah.
Ia menilai penanganan sampah di wilayah utara, khususnya di pusat-pusat ekonomi seperti Pasar Gunungsari, masih jauh dari kata ideal.
Apalagi dengan kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini, tumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik memicu kekhawatiran terkait kesehatan dan estetika wilayah.
Munip mendesak Pemkab Lobar melakukan terobosan cepat dan menjadikannya sebagai skala prioritas.
"Yang paling krusial saat ini adalah terobosan pemerintah dalam penanggulangan masalah sampah. Sampah ini posisinya sekarang sangat krusial, terlebih dengan kondisi cuaca seperti ini. Baik di Pasar Gunungsari maupun titik lainnya, ini harus jadi skala prioritas," tambahnya.
Selain isu lingkungan, Munip juga membawa ide segar untuk menghidupkan ekonomi lokal di wilayah Gunungsari.
Ia mengusulkan pembuatan konsep Car Free Night (CFN) sebagai wadah bagi para pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka sekaligus menjadi hiburan bagi warga.
Lokasi yang dibidik pun cukup strategis, yakni ruas jalan menuju pasar yang melintasi eks kantor Camat Gunungsari. Lokasi ini dianggap paling pas untuk menciptakan keramaian yang teratur dan bernilai ekonomi tinggi.
"Setelah sampah tertangani, kita berharap ada semacam Car Free Night untuk peningkatan UMKM di wilayah utara. Usulan lokasinya di dekat eks kantor camat, jalan yang ke arah pasar itu. Itu posisi paling pas untuk wilayah utara agar ekonomi lebih ramai," pungkasnya.
Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini saat safari Ramadan di Desa Sandik Batulayar juga menyatakan komitmennya untuk membangun wilayah utara Lombok Barat.
"Tidak mungkin kita lupakan pembangunan wilayah utara. Apalagi saya sendiri rumahnya di utara (Gunungsari)," ucapnya di hadapan warga.
Di tahun pertamanya, Bupati yang karib disapa LAZ ini memanf fokus membangun ibu Kota Gerung sebagai wajah ibu kota kabupaten. Selain itu, Senggigi juga menjadi prioritas terbukti dengan pemgangunan dermaga dan penataan kawasan wisata.
"InsyaAllah kita akan melakukan pemerataan pembangunan di Lombok Barat," ucap bupati.
Editor : Kimda Farida