Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cara Pemdes Senggigi Bahagiakan 73 Anak Yatim Jelang Lebaran, Diajak Belanja, Senyum Mereka Merekah

Hamdani Wathoni • Kamis, 19 Maret 2026 | 15:05 WIB

PEDULI: Kepala Desa Senggigi Mastur mendampingi puluhan anak yatim saat memilih pakaian lebaran di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Mataram.
PEDULI: Kepala Desa Senggigi Mastur mendampingi puluhan anak yatim saat memilih pakaian lebaran di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Mataram.

LombokPost - Pemdes Senggigi bertekad menjadikan momen Lebaran menjadi momen yang membawa kebahagiaan bagi semua warga Desa Senggigi. Tak terkecuali anak yatim yang kehilangan orang tuanya.

Pusat perbelanjaan di Kota Mataram mendadak dipenuhi tawa dan wajah sumringah puluhan anak pekan lalu. Di antara deretan rak pakaian dan sepatu baru, sebanyak 73 anak yatim dan piatu dari Desa Senggigi, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, bebas memilih baju lebaran impian mereka.

Hari itu bukan sekadar kegiatan belanja. Bagi anak-anak tersebut, momen itu menjadi pengalaman yang penuh haru sekaligus kebahagiaan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut diprakarsai Kepala Desa Senggigi Mastur.

Bersama panitia Safari Ramadan, ia secara langsung mengajak puluhan anak yatim berbelanja ke pusat perbelanjaan di Kota Mataram. Sejak memasuki toko, anak-anak tampak antusias. Ada yang sibuk memilih gamis berwarna pastel, ada pula yang mencoba sepatu baru sambil bercermin.

Sebagian lainnya tampak berdiskusi kecil dengan teman-temannya, memastikan pilihan pakaian terbaik untuk dikenakan saat hari kemenangan tiba. Mastur mengatakan, kegiatan tersebut sudah menjadi agenda rutin yang digelar setiap tahun.

Tujuannya sederhana namun penuh makna: menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim agar mereka bisa merasakan kegembiraan yang sama seperti anak-anak lain saat lebaran.

"Kami ingin mereka merasakan kebahagiaan yang sama seperti anak-anak lain saat lebaran. Tidak ada batasan, silakan ambil yang mereka suka. Tujuan utamanya adalah melihat senyum mereka," ujarnya sambil mendampingi anak-anak berkeliling toko.

Tahun ini, pemerintah desa menyiapkan anggaran sebesar Rp 85 juta untuk program bertajuk 'Satu Hari Bersama Anak Yatim' tersebut. Awalnya program ini dirancang untuk 85 anak dengan jatah Rp 1 juta per anak.

Namun setelah proses verifikasi data selesai, jumlah penerima tercatat sebanyak 73 anak. Dengan jumlah tersebut, masing-masing anak akhirnya mendapatkan alokasi belanja sebesar Rp 1.150.000.

Dana tersebut tidak hanya digunakan untuk membeli pakaian, tetapi juga mencakup paket buka puasa bersama yang akan digelar di Pantai Tanjung Bias.

"Ini yang ketiga kalinya program ini kami laksanakan. Kami berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut setiap tahun," jelas Mastur yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Merah Putih NTB.

Bagi anak-anak, pengalaman tersebut menjadi kenangan yang sulit dilupakan. Salah satunya dirasakan Nova Dwi Safitri. Dengan wajah penuh kegembiraan, ia mengaku sangat bersyukur bisa memilih baju lebaran sendiri.

"Senang sekali bisa diajak belanja baju lebaran oleh Pak Kades. Semoga Pak Kades Senggigi dan jajarannya selalu diberikan kesehatan," ucap Nova dengan suara haru.

Aksi sosial ini pun menuai apresiasi dari warga dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak yang menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian nyata pemerintah desa terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian lebih.

Bagi Mastur, kebahagiaan anak-anak itulah yang menjadi tujuan utama dari seluruh kegiatan tersebut. Senyum mereka, kata dia, adalah hadiah terindah menjelang lebaran. (*)

Editor : Redaksi Lombok Post
#anak yatim #Senggigi #lebaran #Lombok Barat #Pemdes #PEDULI