LombokPost — Sektor pendidikan di Lombok Barat (Lobar) mendapat suntikan anggaran besar melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Kolaborasi antara Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani dan Ketua Komisi III DPRD Lombok Barat Fauzi dinilai berhasil mengamankan program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan siswa dan sekolah.
Salah satu program utama yang dikawal adalah Program Indonesia Pintar (PIP). Melalui jalur aspirasi Fraksi PKB, sekitar 50 ribu siswa di Lobar diproyeksikan menerima bantuan pendidikan tersebut.
Sasaran program mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga SMA.
Fauzi menegaskan, bantuan ini merupakan bentuk komitmen dalam meringankan beban orang tua.
“PIP ini menyasar sekitar 50 ribu siswa. Harapannya, anak-anak di Lobar bisa mendapatkan dukungan biaya pendidikan yang memadai,” ujarnya.
Adapun besaran bantuan bervariasi sesuai jenjang pendidikan. Untuk tingkat TK dan SD sebesar Rp450 ribu, SMP Rp750 ribu, dan SMA mencapai Rp1,8 juta. Total anggaran yang dikucurkan melalui program ini mencapai ratusan miliar rupiah setiap tahun.
Selain bantuan bagi siswa, perhatian juga diberikan pada perbaikan infrastruktur sekolah. Melalui program rehabilitasi dan pembangunan, puluhan sekolah mulai mendapatkan bantuan fisik. Hingga termin pertama 2026, lebih dari 20 sekolah telah menerima bantuan tersebut.
Fauzi menyebut, target tahun ini mencapai lebih dari 50 sekolah di luar jalur reguler dinas. Nilai bantuan per sekolah berkisar antara Rp1 miliar hingga Rp3 miliar, tergantung kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah.
Program rehabilitasi ini terbuka bagi sekolah negeri maupun swasta selama memenuhi persyaratan teknis. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa.
Sinergi antara pusat dan daerah ini dinilai menjadi model efektif dalam menghadirkan program nasional ke daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan terus berlanjut demi meningkatkan kualitas pendidikan di Lobar.
Editor : Pujo Nugroho