LombokPost — Sebanyak 250 mahasiswa dari lima perguruan tinggi lintas negara resmi memulai program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional atau Inbound Mobility di Kabupaten Lombok Barat.
Kegiatan kolaboratif yang diinisiasi oleh Universitas Bima Internasional MFH ini akan berlangsung selama empat pekan ke depan.
"Para peserta yang berasal dari Saito University Malaysia, Unizar, Universitas Bimia Internasional MFH, STKIP Yapis Dompu, dan STIE Yapis Dompu tersebut akan disebar di 15 desa di Lombok Barat," jelas Rektor Unbim MFH Apt. Ajeng Dian Pertiwi, M.Farm, Jumat (27/3).
Dia menjelaskan, program KKN ini dirancang secara komprehensif. Mahasiswa tidak hanya fokus pada sektor konvensional, tetapi menyentuh berbagai aspek multidisiplin ilmu.
"Program yang ada tidak hanya meliputi kesehatan dan pendidikan. Skemanya kompleks dan kompak, mencakup kesehatan, pendidikan, pariwisata, hukum, lingkungan, hingga pengembangan UMKM," terang Ajeng, sapaannya.
Ia menambahkan, kehadiran mahasiswa dari Saito University Malaysia diharapkan mampu memberikan transfer pengalaman dan praktik terbaik (best practices) terkait akselerasi pembangunan desa. Sebaliknya, mahasiswa asing juga akan mendapatkan pengalaman dan perspektif baru yang belum tentu mereka temukan di negara asalnya.
"Intinya kita berkolaborasi interdisipliner ilmu untuk mewujudkan kampus berdampak, sesuai dengan mandat Kemendikbudristek," tambahnya.
Kehadiran ratusan mahasiswa ini disambut hangat oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini menegaskan komitmen daerah untuk menjadi tuan rumah yang ramah bagi para peserta, terlebih bagi mereka yang datang dari mancanegara.
"Siapapun yang datang ke Lombok Barat harus kita sambut dengan baik. Kebetulan besok ada perayaan Lebaran Topat, saya undang mereka langsung agar bisa mengenal budaya kita secara dekat," ujar Lalu Ahmad Zaini.
Zaini berharap para mahasiswa bisa membaur dan merasakan langsung kehangatan masyarakat sasak.
Ia juga mengapresiasi langkah panitia yang mengarahkan lokus kegiatan di desa-desa yang memiliki potensi destinasi wisata. Melalui skema ini, mahasiswa bisa mengeksplorasi sekaligus mempromosikan keindahan alam Lombok Barat.
"Ketika kita berkunjung ke suatu tempat dan mendapatkan kesan mendalam yang baik, memori itu akan terus dikenang seumur hidup dan diceritakan kepada orang lain," katanya.
Baca Juga: UNBIM Gelar Wisuda Perdana, 313 Lulusan Siap Kerja dan Raih Penghargaan LLDIKTI
Bupati LAZ, sapaannya berharap masyarakat menyambut mereka dengan baik agar kesan yang dibawa pulang ke negara atau daerah asal mereka adalah kebaikan Lombok Barat.
Selama sebulan penuh, para mahasiswa akan hidup bersama masyarakat, bertukar kebudayaan, dan menggali potensi lokal desa untuk dipromosikan ke kancah yang lebih luas.
Sementara pihak dari Saito University Malaysia Dr. Amiruna terlihat antusias mendapat sambutan hangat dari Bupati Lombok Barat.
"Kami sangat bergembira menjalanlakan program bekerja sama dengan Unbim MFH. Melalui program ini, kami ingin para mahasiswa bukan hanya cakap secara akademik tetapi mampu mempelajari budaya dan cara hidup masyarakat yang ada di sini," ucapnya.
Tujannya adalah membuat membuat para mahasiswa menjadi pribadi atau insan yang cemerlang.
"Lebih dari itu, Lombok Barat memang daerah yang cantik dan kami bergembira. Ini adalah kerja sama yang sudah lima tahun terjalin," paparnya.
Editor : Kimda Farida