Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dedikasi Tanpa Henti Yayasan Batu Emas: Transformasi Gizi Pelajar di Lombok Barat Melalui Manajemen SPPG yang Presisi

Rosmayanthi • Selasa, 31 Maret 2026 | 16:39 WIB

Yayasan Batu Emas Lombok Barat membuktikan bahwa skala besar bukan halangan untuk menjaga kualitas rasa dan standar nutrisi.
Yayasan Batu Emas Lombok Barat membuktikan bahwa skala besar bukan halangan untuk menjaga kualitas rasa dan standar nutrisi.
LombokPost - Di tengah sorotan nasional terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), Yayasan Batu Emas di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, berhasil mempertahankn pelayanan standar terbaik pada pengelola Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG).

Di bawah kepemimpinan Muhazam, SP., yayasan ini membuktikan bahwa skala besar bukan halangan untuk menjaga kualitas rasa dan standar nutrisi yang ketat.

Dimulai sejak 29 September 2025, perjalanan ini berawal dari dapur pusat di Desa Karang Bongkot. 

Tugas yang diemban saat itu tergolong masif, memastikan 2.615 siswa dari 22 institusi pendidikan, mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMPN 2 Labuapi dan tingkat SMA, mendapatkan asupan gizim layak setiap harinya. 

Wilayah distribusinya mencakup area strategis seperti Desa Karang Bongkot, Perampuan Kuranji, Kuranji Dalang, hingga Telaga Waru.

Seiring berkembangnya program, Yayasan Batu Emas melakukan langkah berani dalam penyesuaian manajemen. 

Demi menjamin makanan tiba di meja siswa dalam kondisi hangat dan segar, Muhazam memutuskan untuk melakukan desentralisasi pelayanan.

"Yayasan Batu Emas Lombok Barat mulai melayani B3 (Biaya Operasional Satuan), tapi beberapa sekolah kita lepas ke dapur lain, seperti SPPG Bajur dan Telaga Waru agar pelayanan lebih optimal," jelas Muhazam, Selasa (31/3/2026). 

Strategi ini efektif memperpendek rantai distribusi dan menjaga kualitas termal makanan yang disajikan.

Baca Juga: RESMI! Pemerintah Putuskan Harga BBM Tidak Naik, Mensesneg: Stok Aman, Masyarakat Jangan Panik!

Standar Nutrisi Berbasis Keahlian

Latar belakang pendidikan pertanian (SP) yang dimiliki Muhazam menjadi fondasi kuat dalam pengawasan rantai pasok. 

Yayasan ini sangat disiplin dalam menyusun menu yang mengedepankan keseimbangan gizi antara karbohidrat, protein hewani, sayuran, dan buah-buahan.

"Kami tidak hanya sekadar memberi makan, tapi memastikan apa yang dikonsumsi anak-anak kita mampu mendukung pertumbuhan dan fokus belajar mereka," tegas Muhazam.

Dampak positif Yayasan Batu Emas tidak berhenti di ruang kelas. Dengan volume kebutuhan bahan baku yang besar setiap harinya, operasional SPPG ini menjadi motor penggerak ekonomi lokal dengan menyerap hasil tani dan produk masyarakat sekitar Lombok Barat.

Konsistensi yang ditunjukkan oleh Muhazam dan timnya kini menjadi inspirasi bagi pengelola SPPG lain di NTB, sekaligus memperkuat optimisme dalam mencetak generasi emas melalui pemenuhan nutrisi yang berkelanjutan.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Mbg #Sekolah #muhazam #kualitas #nutrisi #makanan