LombokPost--Teka-teki siapa sosok yang paling layak menduduki jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Barat (Lobar) terus menjadi perbincangan hangat.
Ketua DPRD Kabupaten Lombok Barat Lalu Ivan Indaryadi, memberikan catatan kritis sekaligus kriteria utama yang harus dimiliki oleh panglima ASN di Bumi Patut Patuh Patju tersebut.
Menurut politisi muda ini menyebut ada tiga indikator mutlak yang tidak bisa ditawar bagi siapa pun yang ingin menjabat sebagai Sekda.
"Pertama, sosok tersebut harus memiliki pemahaman mendalam mengenai kondisi riil daerah. Kedua, ia wajib menyelaraskan langkah dengan visi-misi kepala daerah agar roda pemerintahan berjalan seirama," jelasnya.
Namun, poin ketiga dianggapnya sebagai yang paling krusial.
"Inilah yang lebih penting, terkait masalah komunikasi. Dia harus bisa membangun komunikasi yang baik antara lembaga legislatif dan eksekutif," tegas politsi Golkar tersebut.
Baca Juga: Iran Nekat Tutup Selat Hormuz, Tolak Mentah-Mentah Gencatan Senjata: 'AS Tak Ingin Damai!'
Ia menekankan bahwa posisi Sekda adalah jembatan utama antara kebijakan pemerintah daerah (eksekutif) dengan representasi rakyat di parlemen (legislatif).
Tanpa kemampuan komunikasi yang mumpuni, koordinasi pemerintahan dikhawatirkan akan tersendat, yang pada akhirnya merugikan pelayanan publik.
Disinggung mengenai asal-usul calon, Ivan menyatakan bahwa secara aturan, sosok dari luar daerah memang diperbolehkan.
Namun, ia secara terbuka memberikan sinyal keberpihakan pada putra daerah atau pejabat lokal yang sudah lama berkecimpung di Lobar.
"Ketika ada pejabat daerah Lobar yang mampu, kenapa tidak? Walaupun dari luar boleh secara aturan, tapi kalau ada putra daerah setempat yang mampu, itu jauh lebih tepat," cetusnya.
Secara spesifik, Ivan menyebut nama Asisten III Setda Lobar Fauzan Husniadi sebagai salah satu sosok yang memenuhi kriteria tersebut.
Di mata legislatif, Fauzan dinilai memiliki rekam jejak yang meyakinkan, terutama karena pengalamannya yang sudah cukup lama berinteraksi dengan DPRD Lobar.
"Kalau kami melihat secara pribadi, dia (Fauzan) yang memiliki kemampuan. Beliau sudah berpengalaman berhadapan dengan kami di legislatif sejak lama. Pernah menjabat sebagai Penjabat (Pj) Sekda juga, itu alasan kami melihat kapasitas beliau sangat mumpuni," tambah Ivan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa penilaian ini bukan didasarkan pada faktor subjektivitas personal, melainkan murni pada rekam jejak dan pengalaman kerja.
Bagi DPRD, siapapun yang terpilih nantinya harus mampu membuktikan kapasitasnya sebagai komunikator ulung yang mampu menjaga harmonisasi internal pemerintahan demi percepatan pembangunan di Lombok Barat.
"Intinya adalah pengalaman dan kemampuan membangun jembatan komunikasi tersebut," pungkasnya.
Terpisah, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini menanggapi pernyataan ketua dewan yang merekomendasikan nama Fauzan Husniadi.
Menurutnya setiap pejabat yang memenuhi persyaratan punya peluang dan kesempatan yang sama.
"Bagus, siapapun boleh mendaftar dan terbuka secara nasional. Sehingga harus lulus uji oleh tim pansel yang menyangkut kemampuan personal, juga loyalitas dan integritas," jelas Bupati LAZ, sapaannya.
Bupati memastikan setiap kebijakannya diambil semata-mata memikirkan kemajuan Lombok Barat. Termasuk dalam memilih Sekda nanti.
"Siapapun yang terpilih pasti yang terbaik untuk Lombok Barat," tandasnya. (ton)
Editor : Kimda Farida