Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kirab Pataka 2026 Jadi Simbol Kebangkitan Desa di Lombok Barat, Semarak Rangkaian Perayaan HUT

Hamdani Wathoni • Selasa, 7 April 2026 | 13:12 WIB
SEMARAK: Bupati Lobar Lalu Ahmad Zaini menyerahkan pataka kepada perwakilan kecamatan pada Kirab Pataka 2026 di Alun-Alun Giri Menang Park Gerung, Sabtu (4/4). (DOK PEMKAB LOBAR)
SEMARAK: Bupati Lobar Lalu Ahmad Zaini menyerahkan pataka kepada perwakilan kecamatan pada Kirab Pataka 2026 di Alun-Alun Giri Menang Park Gerung, Sabtu (4/4). (DOK PEMKAB LOBAR)

LombokPost - HUT Lombok Barat ke-68 tahun ini bakal berlangsung istimewa. Sejumlah rangkaian kegiatan telah disiapkan Pemkab Lobar untuk membuat masyarakat merasa bahagia.

Pagi di Plaza Utama Alun-Alun Giri Menang Park terasa berbeda, Sabtu (4/4). Langit cerah seolah menyambut langkah-langkah penuh semangat dari para camat dan kepala desa yang berkumpul dalam satu irama kebersamaan.

Di ruang terbuka itulah, Kirab Pataka 2026 dimulai. Bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kuat tentang arah pembangunan Lombok Barat ke depan.

Baca Juga: Semarak HUT ke-68 Lobar, 'Patju Begawean' Jadi Spirit Bangun Daerah

Di tengah barisan peserta, Bupati Lobar Lalu Ahmad Zaini berdiri dengan penuh keyakinan. Bersama Wabup Nurul Adha dan jajaran pemerintah daerah, ia menyaksikan satu per satu pataka diserahkan kepada perwakilan kecamatan. Namun, makna yang dibawa jauh melampaui simbol kain yang berkibar.

”Tahun ini, kirab pataka menghadirkan inovasi baru yang sarat makna,” ujar Bupati LAZ dalam sambutannya.

Inovasi itu bukan tanpa pesan. Sebanyak 17 bendera Merah Putih, empat bendera bertuliskan Kerja Nyata, serta 68 bendera 'Sejahtera dari Desa' menjadi bagian dari kirab.

 Baca Juga: Ketua DPRD Lobar Sebut Nama Fauzan Husniadi Layak Jadi Sekda

Bendera-bendera ini akan bergerak estafet hingga ke pelosok desa membawa semangat yang sama. Pembangunan harus dimulai dari akar, dari desa itu sendiri.

Suasana khidmat terasa ketika penyerahan pataka dilakukan. Tak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-68 Lombok Barat, momentum ini juga dirangkai dengan penandatanganan prasasti Taman Kota Gerung.

Sebuah penanda bahwa pembangunan fisik berjalan seiring dengan penguatan nilai kebersamaan.

Baca Juga: Proyek Mesin Masaro Lombok Barat Rp 20 Miliar Rusak, DPRD Lobar Endus Aroma Kerugian Negara

Di balik seremoni, tersimpan pesan yang lebih dalam. Bagi Bupati LAZ, desa bukan sekadar wilayah administratif, melainkan fondasi utama pembangunan daerah. Dari desa, potensi tumbuh. Dari desa pula, kesejahteraan bisa diperkuat.

Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pengembangan potensi lokal. Salah satunya melalui rencana pameran tematik berbasis desa yang akan digelar dalam rangkaian HUT ke-68.

Harapannya, setiap desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang aktif menciptakan perubahan.

Kirab pataka ini pun menjadi ruang refleksi. Bahwa perjalanan pembangunan bukan hanya tentang capaian, tetapi juga tentang kolaborasi. Tentang bagaimana pemerintah, masyarakat, dan seluruh elemen bergerak bersama, saling menguatkan.

Bendera-bendera itu pun mulai bergerak menuju kecamatan, lalu ke desa-desa. Membawa harapan yang sama, bahwa kesejahteraan bukan sesuatu yang jauh, melainkan sesuatu yang bisa dibangun bersama, dari tempat paling dekat dengan kehidupan masyarakat. (HAMDANI WATHONI, Lombok Barat/r8)

Editor : Redaksi
#bupati #Giri Menang #Pembangunan #Lobar #Lalu Ahmad Zaini