LombokPost - Upaya pencarian Heri Saputra, 16 tahun, yang hanyut di Air Terjun Temburun Nanas belum membuahkan hasil. Tim SAR gabungan kini memperluas jangkauan pencarian hingga kawasan Bendungan Meninting, Selasa (7/4).
Remaja asal Dusun Bagik Dapol, Desa Mertak itu terseret arus sejak Senin (6/4) siang. Saat kejadian, korban sedang berwisata bersama rekan-rekannya. Tiba-tiba air bah datang dan menyeret dua orang. Satu orang selamat, sementara Heri hilang terbawa arus.
”Pencarian terus kami intensifkan,” ujar Koordinator Lapangan Dewa Gede Kerta mewakili Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi.
Baca Juga: Langkah Strategis Pemkab Lobar Antisipasi Banjir Senggigi
Kantor SAR Mataram mengerahkan teknologi drone untuk pemantauan udara. Terutama di sepanjang aliran sungai yang menjadi jalur hanyutnya korban. Selain itu, tim juga menyiapkan drone thermal. Teknologi ini diharapkan mampu mendeteksi keberadaan korban di area yang sulit dijangkau manual.
Di lapangan, personel melakukan penyisiran manual. Titik awal pencarian dimulai dari lokasi jatuhnya korban hingga ke hilir. Namun, kondisi alam menjadi tantangan serius. Cuaca berubah-ubah dan debit air tidak stabil. ”Arus sungai sangat deras. Medan juga dipenuhi batu besar dan licin,” tambah Dewa.
Kondisi jeram yang banyak turut meningkatkan risiko bagi petugas di lapangan. Operasi ini melibatkan unsur TNI-Polri, BPBD Lobar, Damkartan, hingga masyarakat setempat. Semua pihak bekerja maksimal dengan harapan korban segera ditemukan.
Editor : Pujo Nugroho