LombokPost - Rangkaian HUT Lobar tahun ini menjadi sebuah perayaan yang tak sekadar seremoni. Melainkan pesta rakyat yang bermuara pada kebangkitan ekonomi.
Tahun ini, Pemkab Lobar menyusun rangkaian acara yang memadukan promosi potensi daerah dengan hiburan rakyat yang masif. Salah satu agenda utamanya adalah pameran potensi dan prestasi desa. Gelaran ini bukan sekadar pameran produk UMKM biasa, melainkan panggung bagi desa-desa untuk memamerkan inovasi mereka.
”Pameran ini bertujuan menginformasikan bahwa Lombok Barat memiliki potensi besar. Kami berharap acara ini akan dibuka langsung oleh Menteri Desa,” ujar Kepala Dinas Kominfo Lobar Rizki Banid Adam.
Kehadiran Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) bersama Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) direncanakan menjadi saksi sejarah peluncuran program prestisius yakni Satu Miliar Satu Desa. Sebuah gebrakan kebijakan yang diharapkan menjadi stimulus nyata bagi pembangunan dari akar rumput.
Yang tak kalah menarik, bagi masyarakat Sasak, perayaan tanpa peresean ibarat hidangan tanpa garam. Pertarungan para pepadu ini akan digelar maraton dari 11 hingga 19 April. Menariknya, panitia memastikan bahwa seluruh masyarakat dapat menikmati pertunjukan ini secara gratis.
Tak berhenti di sana, puncak kemeriahan akan semakin terasa pada 17 April malam. Para pecinta olahraga akan ditantang dalam ajang Night Run, sebuah lari malam yang menawarkan suasana berbeda. Keletihan peserta setelah berlari akan langsung terbayar lurus dengan hiburan rakyat yang menghadirkan grup band ternama Amtenar.
Di balik keriuhan musik dan sorak-sorai penonton peresean, ada harapan besar yang disematkan. Pemerintah berharap rangkaian acara selama lebih dari satu minggu ini mampu memutar roda ekonomi lokal. Dengan berkumpulnya ribuan orang dari seluruh penjuru Lombok Barat, sektor pedagang kaki lima, transportasi, hingga penginapan diharapkan kecipratan berkah.
Baca Juga: Langkah Strategis Pemkab Lobar Antisipasi Banjir Senggigi
Melalui usia ke-68 ini, Lombok Barat seolah ingin mengirimkan pesan kuat: bahwa mereka adalah daerah yang menghormati tradisi, namun tetap berlari kencang mengejar inovasi dan kesejahteraan desa. Sebuah perayaan yang bukan hanya tentang angka, tapi tentang kebersamaan dan kebanggaan menjadi warga Lombok Barat.
Editor : Pujo Nugroho