LomboPost - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lobar tengah menghadapi kendala serius. Sebanyak 39 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilaporkan terkena suspensi atau penghentian sementara operasional oleh BGN. Akibatnya, sekitar 52 ribu siswa, balita, ibu hamil dan terpaksa berhenti menerima asupan makanan bergizi sejak sepekan terakhir.
Ketua Satgas MBG Lobar Saepul Ahkam mengungkapkan bahwa suspensi ini berdampak luas pada sebaran penerima manfaat di beberapa kecamatan. Ia merincikan, di wilayah Buwun Mas terdapat sekitar 2.800 penerima manfaat yang terdampak. Sementara di Labuan Tereng sebanyak 2.666 siswa, dan di Kecamatan Kuripan menyentuh angka 1.900-an siswa.
”Jika ditotal setidaknya ada 52.000 siswa kita yang terhambat menerima MBG untuk sementara waktu. Ini sudah berjalan sekitar satu minggu sejak mereka disuspensi,” ujar Ahkam saat memberikan keterangan kepada media.
Ahkam menjelaskan, kebijakan suspensi ini diambil BGN karena adanya catatan terkait standar operasional. Pihak Satgas kini tengah melakukan pengecekan ulang secara mendalam, terutama menyangkut kelayakan air bersih untuk sanitasi, penerapan SOP, hingga pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di tiap titik SPPG.
Baca Juga: Pemkab Lobar Bidik Jalur Pidana Sengketa Aset Lahan AMM Mataram ke Kejati NTB
”Catatan dari BGN ini harus kami perhatikan serius. Mayoritas yang ditutup sementara itu karena dianggap kurang cepat dalam pengisian form data, serta SLHS dan IPAL belum memenuhi standar BGN,” jelasnya.
Dari total 98 SPPG yang ada, 29 di antaranya sempat berhenti beroperasi. Meski demikian, Ahkam menerima informasi bahwa sudah ada tiga SPPG, termasuk di wilayah Kediri, yang mulai diizinkan kembali beroperasi. Namun, pihaknya masih akan melakukan validasi data di lapangan untuk memastikan hal tersebut.
Terkait solusi jangka pendek, Ahkam menegaskan bahwa pelayanan di titik yang disuspensi tidak bisa dialihkan ke SPPG lain. Hal ini dilakukan demi menjaga integritas data dan mencegah kerancuan administratif.
”Kami akan segera berkoordinasi dengan tingkat provinsi dan BGN pusat agar mereka yang disuspensi ini segera melakukan tindakan kepatuhan. Begitu standar terpenuhi, kami harap suspensi segera dicabut agar anak-anak kita bisa kembali makan enak dan bergizi,” pungkasnya.
Baca Juga: Baru Dipasang Sudah Rusak, Fasilitas di Giri Menang Park Lobar Jadi Atensi Serius
Terpisah, Korwil BGN Lobar Gusti Kade Ayu Diastini memiliki data yang berbeda dengan Satgas MBG. Dia menyebut ada 39 dapur MBG atau SPPG yang saat ini masih ditutup sementara. ”33 SPPG tahap pertama dan 9 SPPG tahap kedua,” jelasnya.
Sehingga total SPPG yang ditutup sementara totalnya 42 unit. Namun karena tiga dapur sudah diizinkan beroperasi kembali, maka tersisa 39 dapur MBG yang masih ditutup sementara.
Editor : Pujo Nugroho