Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bangkai Kapal Karatan Hantui Pantai Senggigi

Hamdani Wathoni • Kamis, 23 April 2026 | 16:06 WIB
MENGGANGGU PEMANDANGAN: Satu unit bangkai kapal sudah setahun lebih telantar di bibir Pantai Senggigi, Lombok Barat. (TONI/LOMBOK POST)
MENGGANGGU PEMANDANGAN: Satu unit bangkai kapal sudah setahun lebih telantar di bibir Pantai Senggigi, Lombok Barat. (TONI/LOMBOK POST)

LombokPost - Wajah pariwisata Pantai Senggigi disorot.

Para pelaku usaha perhotelan dan wisata di kawasan tersebut mengeluhkan keberadaan bangkai kapal yang telah telantar selama lebih dari satu tahun di bibir pantai.

Keberadaan material besi tua tersebut dinilai merusak estetika pantai dan membahayakan keselamatan wisatawan.

Baca Juga: Jelang Liburan, Sheraton Senggigi Bikin Gebrakan! Paket All-Inclusive plus Trip Keliling Lombok Jadi Daya Tarik Baru

”Sudah setahun lebih kapal ini di sana dan belum pernah dipindahkan. Tentu ini sangat mengganggu kenyamanan wisatawan yang datang,” ujar GM Sheraton Senggigi Beach Resort Peter The kepada wartawan.

Dia mengungkapkan bahwa situasi ini sudah berlangsung tanpa ada kejelasan evakuasi.

Menurutnya, dari dua bangkai kapal yang awalnya ada di kawasan tersebut, hanya satu yang berhasil dipindahkan.

Baca Juga: Masuk Jalur Kapal Penumpang, Aktivitas Jetski di Senggigi Lombok Barat Dianggap Berbahaya

Sementara itu, satu kapal lainnya masih dibiarkan teronggok dan mulai tertimbun pasir.

 Para pelaku wisata memaparkan jika Pantai Senggigi selama ini dikenal dengan garis pantainya yang bersih dan pemandangan matahari terbenam yang memukau.

Keberadaan bangkai kapal yang berkarat dianggap menjadi pemandangan buruk (eyesore) yang kontras dengan upaya promosi wisata yang sedang digencarkan pemerintah.

Baca Juga: Dermaga Senggigi Direncanakan Jadi Pintu Tunggal! Strategi "Satu Pintu" Penyeberangan Bali-Lombok Mulai Digodok Demi Hidupkan Kawasan Wisata

Selain aspek visual, keamanan menjadi perhatian utama.

Wisatawan yang ingin berenang atau beraktivitas di sekitar pantai merasa terganggu dan khawatir akan sisa-sisa material kapal yang mungkin tajam atau mencemari air.

”Kami berharap ini menjadi atensi pemda. Semoga segera dipindahkan agar wisatawan merasa nyaman kembali,” imbuhnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, bangkai kapal tersebut diketahui milik seorang WNA.

Namun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda atau itikad baik dari pemilik untuk memindahkan aset pribadinya tersebut dari area publik yang merupakan kawasan wisata vital.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lobar M Hendrayadi menyatakan telah memonitor keberadaan bangkai kapal tersebut. 

Hendrayadi menjelaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan pemprov untuk menentukan langkah evakuasi.

”Kami akan cek dulu kewenangannya seperti apa. Kecuali kalau sudah ada berita acara serah terima atau pernyataan kapal itu tidak digunakan lagi, baru kami bisa mengambil langkah lebih lanjut untuk memindahkannya,” jelas Hendra. 

Pihak Dishub membenarkan bahwa awalnya terdapat dua kapal, namun satu telah berhasil ditangani.

Senada dengan Dishub, Kepala Dinas Kelautan Lobar Afgan Kusumanegara juga berjanji akan segera turun ke lapangan. Pihaknya akan melakukan pengecekan kondisi fisik bangkai kapal untuk memastikan apakah ada potensi pencemaran lingkungan atau gangguan terhadap ekosistem pesisir. ”Kami cek dulu informasinya,” singkat Afgan. (ton/r8)

Editor : Redaksi
#wisatawan #Senggigi #kapal #evakuasi #pemprov