Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bakesbangpol Optimalkan Peran FKDM dan Bale Mediasi

Hamdani Wathoni • Senin, 27 April 2026 | 12:39 WIB
​CEGAH KONFLIK: Imran Rosyidin (kiri) saat memaparkan program inovasi Warung Cantik sebagai upaya pemetaan isu strategis. (TONI/LOMBOK POST)
​CEGAH KONFLIK: Imran Rosyidin (kiri) saat memaparkan program inovasi Warung Cantik sebagai upaya pemetaan isu strategis. (TONI/LOMBOK POST)

LombokPost - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Lombok Barat memperkuat deteksi dini potensi konflik sosial.

Salah satu langkah andalannya adalah program inovasi Warga Bincang Jaga Konflik (Warung Cantik).

Program ini menjadi wadah menghimpun informasi dari akar rumput.

Baca Juga: Bakesbangpoldagri NTB Perkuat Peran Strategis Ormas, Jaga Persatuan dan Pembangunan Daerah

Bakesbangpol melibatkan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) di setiap kecamatan.

”Kami menghimpun informasi dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga tokoh wanita,” ujar Kabid Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Lobar Imran Rosyidin.

Sejumlah isu krusial kini menjadi atensi serius. Mulai dari maraknya judi online (judol), pinjaman online (pinjol), hingga masalah infrastruktur.

 Baca Juga: Bakesbangpoldagri NTB Sosialisasi Terkait Ormas di Lombok Timur

Salah satunya sengketa pembangunan kantor Koperasi Merah Putih yang menghambat operasional.

Masalah sosial kemasyarakatan juga menjadi sorotan tajam. Imran mengungkapkan tren mengkhawatirkan terkait kasus bunuh diri.

Dalam tiga bulan terakhir, tercatat ada empat kasus bunuh diri di Lombok Barat.

Baca Juga: Bakesbangpol Lombok Tengah Tuding Seleksi Paskibraka Tingkat Provinsi Ada Main Mata

Selain itu, angka kekerasan dalam keluarga ikut mencuat. Kasus tragis seperti penganiayaan antara anak dan orang tua terjadi di beberapa wilayah. Salah satunya menjadi perhatian serius di wilayah Gunung Sari.

Untuk penanganan konflik personal, seperti perkawinan beda agama, Bakesbangpol mengoptimalkan peran Bale Mediasi. Lembaga ini bertugas menjembatani perdamaian sebelum masuk ke ranah hukum.

Terkait kasus kekerasan terhadap anak, koordinasi dengan Dinas Sosial dan bidang P3A terus diperkuat. Bakesbangpol juga tetap memantau potensi gesekan akibat sengketa lahan dan batas desa, seperti di Desa Kebun Ayu.

”Fokus kami adalah meredam setiap potensi gesekan sejak dini. Kami ingin memastikan tidak terjadi konflik terbuka di tengah masyarakat,” pungkasnya. (ton/r8)

Editor : Redaksi
#Tokoh #Bakesbangpol #masyarakat #Lombok #konflik sosial