Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PT Tripat Bantah Isu Penggusuran Ratusan Pedagang, Ungkap Alasan di balik Penebangan Pohon

Hamdani Wathoni • Sabtu, 2 Mei 2026 | 12:06 WIB
KLARIFIKASI: Wewe Anggreaningsih saat memberikan penjelasan mengenai progres penataan dan relokasi pohon di kawasan Taman Narmada, Kamis (30/4).
KLARIFIKASI: Wewe Anggreaningsih saat memberikan penjelasan mengenai progres penataan dan relokasi pohon di kawasan Taman Narmada, Kamis (30/4). (Toni/Lombok Post)

LombokPost - Penataan kawasan wisata Taman Narmada oleh PT Tripat mulai menuai sorotan.

Menanggapi isu miring yang beredar terkait penebangan pohon langka dan relokasi ratusan pedagang, Direktur PT Tripat Wewe Anggreaningsih memberikan klarifikasi langsung kepada Lombok Post.

Wewe menegaskan, langkah yang diambil perusahaan murni untuk aspek keselamatan pengunjung dan estetika cagar budaya.

 Terkait penebangan pohon, ia membantah keras kabar yang menyebut adanya pohon berusia ratusan tahun yang ditumbangkan tanpa alasan.

”Saya bekerja sangat hati-hati. Sebelum menebang, kami melihat ketebalan dan usia pohon secara umum. Yang kami tebang di sisi timur ini kondisinya sudah keropos dan mati, hanya tinggal batang tanpa daun maupun buah. Jadi demi keamanan, kami putuskan untuk ditebang,” paparnya.

Baca Juga: Pedagang Taman Narmada Ngadu ke Dewan Terkait Polemik Penataan oleh Manajemen PT Tripat

​Lebih lanjut, Wewe menjelaskan bahwa beberapa pohon seperti pohon mangga dan ketapang tidak ditebang, melainkan direlokasi untuk membuka pandangan pengunjung agar tidak tertutup.

Wewe juga menunjuk sebuah pohon Merak yang meski sudah keropos, tetap dipertahankan karena termasuk jenis langka. 

”Pohon Merak ini langka, jadi tidak kami potong. Kami hanya pangkas bagian atasnya saja untuk menghindari kecelakaan jika sewaktu-waktu dahan besarnya patah,” tambahnya.

Poin krusial yang diklarifikasi adalah mengenai jumlah pedagang yang terdampak penataan di area timur kolam renang.

Wewe menyebut klaim adanya 150 pedagang yang direlokasi adalah informasi yang tidak akurat. Menurutnya, area tersebut sebelumnya justru kumuh dan tidak terawat, sehingga sepi pengunjung.

”Area ini dulunya sangat kotor dan kumuh, tidak ada pengunjung yang mau duduk di sini. Kami ingin mengaktifkan kembali area ini agar menarik. Kalau bicara jumlah, pedagang yang aktif di sini sangat sedikit, bahkan tidak sampai sepuluh orang,” tegas Wewe.

Baca Juga: Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati Salurkan Ribuan Beasiswa PIP di Pulau Lombok

Pernyataan ini diperkuat kesaksian para pedagang setempat. Hajar, salah seorang pedagang, menyebutkan bahwa jumlah lapak di area timur kolam memang terbatas. 

”Hanya ada sekitar 12 pedagang di sini, itu pun kalau hari besar saja ramai. Kalau hari biasa, paling cuma tiga orang yang aktif jualan. Jadi tidak benar kalau dibilang ada 150 orang,” ungkap Hajar.

Senada Hajar, Heri juga menambahkan bahwa kondisi sebelumnya memang memprihatinkan. ”Dulu di sini kumuh sekali. Yang aktif tiap hari cuma dua orang, Inaq Rah sama Inaq Seti. Banyak bangunan lapak yang kosong tidak terisi,” jelasnya.

 

Editor : Kimda Farida
#Lombok Barat #Narmada #Penataan #taman narmada #PT Tripat