LombokPost - Gapasdap DPC Lembar mengambil sikap tegas. Mereka merespons laporan praktik pungutan liar (pungli) fasilitas kapal oleh oknum tak bertanggung jawab.
Ketua Gapasdap Lembar Firman Dandy, menegaskan seluruh fasilitas publik adalah hak penumpang. Semuanya tanpa biaya tambahan.
”Tentu kami sangat menyayangkan masih adanya pungutan yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab. Kami tegaskan, itu tidak mengatasnamakan perusahaan tempat kapal tersebut bernaung,” ujarnya.
Baca Juga: Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati Salurkan Ribuan Beasiswa PIP di Pulau Lombok
Gapasdap telah mengumpulkan seluruh perusahaan pelayaran. Sebuah pakta kesepakatan diteken untuk memperkuat komitmen pelayanan.
Menurut Dandy, harga tiket sudah mencakup banyak hal. Mulai dari ruang duduk ekonomi, toilet, ruang laktasi, hingga tempat pengisian daya (charging station).
”Lobi, ruang difabel, hingga lesehan itu gratis. Sudah melekat pada tiket,” imbuh pria yang juga GM PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Lembar ini.
Bahkan, PT DLU menerapkan standar lebih tinggi. Ruang VIP dibebaskan biaya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia. Prioritas kenyamanan menjadi kunci.
Terkait oknum nakal, tindakan keras sudah diambil. Oknum yang terlibat langsung diturunkan dari kapal.
”Kami sudah berkoordinasi dengan kepala cabang perusahaan pelayaran terkait. Oknum yang bersangkutan telah diturunkan dari kapal. Pihak perusahaan itu telah meyatakan tidak ada toleransi bagi kru yang melanggar aturan,” jelasnya.
Ke depan, pengawasan akan diperketat. Pengumuman rutin lewat Public Addresser akan digencarkan di atas kapal. Tujuannya agar penumpang teredukasi dan tidak mudah diperdaya.
Dandy juga mendorong PT ASDP melakukan sterilisasi area pelabuhan. Ia ingin pelabuhan sebagai Objek Vital Nasional bersih dari pihak tak berkepentingan.
Hal ini sesuai dengan standar internasional ISPS Code. Sterilisasi yang baik menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat saat menyeberang.
Editor : Kimda Farida