LombokPost - Selalu ada yang baru di event Car Free Night Kota Gerung yang digelar tiap akhir pekan. Salah satunya yakni aksi panggung The Sensi Band.
Malam akhir pekan di kawasan Giri Menang kembali bergeliat. Ribuan warga tumpah ruah menikmati CFN yang kian menjelma jadi ruang hiburan sekaligus etalase kreativitas lokal.
Lampu-lampu warna-warni, aroma kuliner, dan derap langkah pengunjung menyatu dalam satu suasana yang hidup.
Di tengah keramaian itu, satu panggung kecil menjadi pusat perhatian. The Sensi Band, grup musik anak muda lintas wilayah Lombok Barat, tampil penuh energi.
Dentuman drum, petikan gitar, dan warna bunyi keyboard berpadu dengan vokal yang lepas, mengajak pengunjung larut dalam irama.
Mereka tak sekadar memainkan lagu. The Sensi Band meramu setlist lintas genre dari lagu-lagu Sasak yang kental nuansa lokal, sentuhan reggae yang santai, hingga alternatif yang dinamis.
Perpaduan itu menciptakan atmosfer segar yang membuat penonton betah berlama-lama.
Baca Juga: Pameran Bonsai di Alun-alun Kota Gerung, Hobi yang Menjadi Investasi Bernilai Puluhan Juta
Sorak penonton pecah ketika tempo musik dipercepat. Sejumlah pengunjung tampak bergoyang, sebagian lainnya mengabadikan momen dengan ponsel.
Tak sedikit pula yang sekadar duduk santai di pinggir area, menikmati sajian musik sambil mencicipi kuliner kaki lima.
"Kami tampi di sini dengan harapan bisa menghibur warga. Kami senang Kota Gerung kini lebih hidup mirip denyut Jalan Malioboro di Yogyakarta," ujar Wahyu, salah satu personel The Sensi Band.
The Sensi Band sendiri bukan nama baru di kalangan penikmat musik lokal. Grup ini diisi para pemuda dari berbagai penjuru Lombok Barat seperti Gerung, Dasan Geres, Aik Ampat, hingga Babussalam.
Kolaborasi lintas wilayah itu memberi warna tersendiri pada karakter musik mereka. Berakar lokal, namun terbuka pada eksplorasi.
Formasi mereka terdiri dari Indra selaku pemain drum, Abie memainkan bass, Zriel gitar 1, Wahyu gitar 2, Wawan keyboard, serta dua vokalis, Yudo dan Ongky. Masing-masing membawa gaya dan pengaruh berbeda, yang justru menjadi kekuatan saat dipadukan di atas panggung.
Di luar panggung musik, CFN Giri Menang juga menunjukkan geliat ekonomi kreatif. Deretan pelaku UMKM memajang produk, mulai dari makanan, minuman, hingga kerajinan.
Interaksi antara pengunjung dan pelaku usaha terjadi secara alami, memperkuat fungsi CFN sebagai ruang sosial sekaligus ekonomi.
Kegiatan ini bukan lagi sekadar ajang rekreasi. CFN telah menjelma ruang publik yang mempertemukan seni, budaya, dan ekonomi dalam satu waktu.
"Harapannya, geliat CFN ini terus terjaga memberi panggung bagi talenta lokal dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat," tambah Indra. (*)
Editor : Kimda Farida