Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lombok Barat Geber Program Satu Miliar Satu Desa

Hamdani Wathoni • Jumat, 8 Mei 2026 | 07:32 WIB
Deny Arif Nugroho
Deny Arif Nugroho

LombokPost - Pemkab Lobar terus mematangkan kesiapan program unggulan Satu Miliar Satu Desa/Kelurahan. Program yang dirancang untuk menstimulus pertumbuhan ekonomi dari tingkat akar rumput ini mulai masuk dalam tahap sinkronisasi anggaran dan perencanaan yang ketat, mulai dari usulan tingkat dusun hingga kabupaten.

”Untuk tahun berjalan yakni 2026, kami telah melakukan proses tagging anggaran di seluruh OPD,” jelas Kepala Bappeda Lobar Deny Arif Nugroho.

​Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) sudah disiapkan rata-rata satu miliar per desa. Saat ini tinggal menunggu masing-masing OPD untuk merealisasikan kegiatannya sesuai dengan anggaran kas masing-masing.

Baca Juga: Sampah Dapur MBG Diharapkan Diolah Jadi Pakan Magot dan Biogas

Menanggapi isu yang berkembang di masyarakat bahwa program ini hanya sekadar klaim atas pokir anggota legislatif, Denny memberikan klarifikasi tegas. Ia menjelaskan bahwa dana Rp 1 miliar tersebut merupakan akumulasi dari berbagai sumber pendanaan yang masuk ke desa, bukan hanya dari satu pintu.

”Memang tidak semua murni dari usulan musrenbang. Secara komposisi, usulan musrenbang yang kita akomodir untuk tahun 2026 itu sekitar 64 persen. Sisanya ada dari pokir, ada juga dari anggaran provinsi,” urai Denny.

Ia menekankan bahwa angka Rp 1 miliar per desa tersebut adalah total sumber daya keuangan yang diarahkan masuk ke desa guna mempercepat pembangunan. Untuk tahun 2026, fokus utama pembangunan masih didominasi oleh sektor infrastruktur atau fisik.

”Sekitar 60 persen masih untuk fisik. Data detailnya nanti akan kami sampaikan lebih lanjut, tapi yang pasti tujuannya adalah agar masyarakat desa merasakan langsung dampak pembangunan tersebut,” paparnya.

Denny mengungkapkan, program ini merupakan implementasi dari konsep Sejahtera dari Desa. Pihaknya menargetkan program ini dapat mengintervensi pertumbuhan ekonomi di tingkat desa sebesar 20 hingga 30 persen.

”Kami sudah melakukan perhitungan matang untuk tahun 2027 nanti. Program ini dikawal langsung dari usulan Musrenbangdes, di mana setiap dusun mengusulkan kegiatan senilai Rp 100 juta hingga akumulasinya mencapai Rp 1 miliar per desa,” paparnya.

Baca Juga: Siswa SDN 5 Kotaraja Belajar di Ruang Kelas Nyaris Roboh

Untuk tahun anggaran 2027, total dana yang dipersiapkan mencapai Rp 138 miliar yang akan disebar ke 122 desa dan kelurahan. Dengan pengawalan ketat sejak level dusun, Pemkab Lobar optimistis pemerataan pembangunan dapat tercapai dan kemandirian ekonomi desa bukan lagi sekadar wacana. (ton/r8)

Editor : Pujo Nugroho
#desa #Lombok Barat #1 miliar #sejahtera #NTB