Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Resmikan Dapur MBG Yayasan Ponpes Nurul Hakim, Kepala BGN Sebut Uang MBG Beredar di NTB Rp 824 Miliar

Hamdani Wathoni • Selasa, 12 Mei 2026 | 14:30 WIB
CEK DAPUR: Kepala BGN Dadan Hindayana (tengah) saat mengecek kondisi dapur MBG Gelogor Kediri 001 Yayasan Ponpes Nurul Hakim Lombok Barat, Selasa (12/5).
CEK DAPUR: Kepala BGN Dadan Hindayana (tengah) saat mengecek kondisi dapur MBG Gelogor Kediri 001 Yayasan Ponpes Nurul Hakim Lombok Barat, Selasa (12/5).

 

LombokPost--Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana tiba di Lombok, Selasa (12/5).

Kedatangannya untuk meresmikan dapur makan bergizi gratis (MBG) atau SPPG Gelogor Kediri 001 Yayasan Nurul Hakim Lombok. 

”Saya senang bisa hadir di Pondok Pesantren Lombok Barat ini. Kehadiran SPPG di dalam pesantren akan membawa banyak manfaat. Santri dapat MBG, pesantren bisa dapat insentif dan lahan bisa produktif,” ungkapnya kepada Lombok Post.

Sejauh ini, program MBG dikatakannya berjalan sangat baik dan sesuai harapan. Jutaan penerima manfaat bisa merasakan langsung dampak MBG.

Salah satunya di pondok pesantren. Di NTB, ada 13 pondok pesantren yang mengelola dapur MBG. Sebagian sudah beroperasi dan lainnya masih dalam proses.

Dadan menilai sinergi antara BGN, pesantren, pemerintah daerah dan pusat sangat baik. Dimana masyarakat menitipkannya di pondok pesantren untuk menimba ilmu.

 ”Pesan saya, jaga kualitasnya sehingga makanan yang dihasilkan bisa mencukupi kebutuhan gizi anak dan juga keamanannya bisa terjaga,” paparnya.

Baca Juga: Pimpinan PPP dan Demokrat Merasa Prihatin Kader Pindah ke PSI 

Lebih lanjut, Dadan memaparkan jika MBG bukan hanya soal pemenuhan gizi bagi anak-anak Indonesia.

Dia memaparkan data jika uang badan gizi nasional yang sudah beredar di NTB sebesar Rp 824 miliar.

”Di Lombok Barat ini, dari catatan yang dikirim ke saya. Saat ini ada kurang lebih 126 SPPG. Artinya Rp 126 miliar uang Badan Gizi Nasional beredar di Lombok Barat,” urainya.

Dari jumlah tersebut, 70 persen digunakan untuk bahan baku.

”Sehingga petani, peternak dan nelayan yang senang dapat kebagian berkah program ini,” sambungnya.

Untuk itu, Dadan berharap BGN terus bersinergi dengan gubernur, bupati, maupun pihak ponpes untuk menyukseskan program ini.

Sementara Ketua Yayasan Ponpes Nurul Hakim TGH Muharrar Mahfudz menyampaikan jika program MBG sangat dirasakan manfaatnya oleh para santri maupun pengelola yayasan.

Dia menyebut, selama ini operasional ponpes kerap menghadapi tantangan biaya makan minum para santri yang tertunggak.

”Persentase anak miskin jauh lebih banyak dengan yang mampu. Hal itu bisa terlihat dari biaya makan di pones saja 40 persen tertunggak. Makanya dengan program ini, ke depan tunggakan tidak akan terlalu besar terhadap santri yang miskin. Program ini sangat membantu santri,” paparnya.

Baca Juga: Kader Demokrat NTB Siap Dipimpin Tokoh Baru, Bisa Dari Representasi NU, Muhammadiyah atau NW 

Total jumlah santri yang ada di Ponpes Nurul Hakim saat ini berjumlah sekitar 5.200 orang di tambah dengan tenaga guru sekitar 1.000-an. Sehigga keberadaan dapur SPPG Yayasan Nurul Hakim ini diharapkan bisa membantu ppenyediaan MBG.

Rencananya, akan ada dua dapur MBG yang akan didirikan oleh Yayasan Ponpes Nurul Hakim.

Editor : Kimda Farida
#Dadan Hindayana #Lombok Barat #Mbg #Ponpes Nurul Hakim Kediri